'Politik Genderuwo' Masih Berbuntut, Fadli Zon Bilang Tak Tersindir, Malah Komentari Presiden Jokowi

'Politik genderuwo' masih berbuntut panas. Fadli Zon turut memberikan tanggapannya terkait kata-kata yang dilontarkan presiden.

'Politik Genderuwo' Masih Berbuntut, Fadli Zon Bilang Tak Tersindir, Malah Komentari Presiden Jokowi
(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - 'Politik genderuwo' masih berbuntut panas. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, turut memberikan tanggapannya terkait kata-kata yang dilontarkan Presiden Joko Widodo itu.

Hal tersebut diungkapkan Fadli Zon saat menjadi narasumber dalam program 'Apa Kabar Indonesia Malam' tvOne, Jumat (9/11/2018).

Fadli Zon mengatakan pihaknya sama sekali tidak tersindir dengan pernyataan Jokowi.

Wakil Ketua DPR itu menilai jika diksi atau pemilihan kata-kata dari Jokowi semakin tidak terkontrol.

"Kalau saya sama sekali tidak merasa tersindir ya. Kita justru merasa sedih dan kasihan kepada Presiden Jokowi, karena belakangan ini diksi atau pilihan kata-katanya itu semakin tidak terkontrol," kata Fadli Zon.

"Beberapa waktu lalu bicara soal politik kebohongan, kemudian sontoloyo, kemudian sekarang ada politik genderuwo, nah saya nggak tau apakah ini kecepolsan juga seperti yang sontoloyo atau bagaimana," ujar dia menambahkan.

Menurut Fadli Zon, pemilihan kata-kata menunjukkan peradaban seseorang.

Baca: Lagi Populer Istilah Politik Genderuwo, Ini Asal Usul Mitos Genderuwo yang Suka Iseng dan Jorok

Baca: Politik Genderuwo Ternyata Ini Maksud Sindiran Jokowi yang Sentil Politikus Tak Beretika

Baca: Dua Kubu Panas Politik Genderuwo, Ini Asal Usul Mitos Genderuwo yang Suka Perempuan dan Anak

"Tapi dari pilihan kata-kata itu, karena ketika sesorang bicara kan, bahasa itu menunjukkan tingkat peradaban. Jadi kalau seseorang bicara dengan pilihan-pilihan kata itu mewakili sebetulnya peradaban dia," tutur Fadli Zon.

Dari sisi politik, kata Fadli Zon, Jokowi sedang menunjukkan tanda-tanda kepanikan karena sedang menghadapi situasi yang tidak terkontrol.

"Kalau saya lihat dari sisi politik ini menunjukkan tanda-tanda kepanikan, menurut saya. Mungkin menghadapi situasi yang semakin tidak terkontrol atau kurang menyenangkan,"

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved