Mengaku Rugi, Pedagang Pasar Rakyat Merangin Kembali ke Pasar Baru

Pembangunan Pasar Rakyat Merangin terkesan mubazir, sebab setelah diresmikan beberapa waktu lalu, hingga kini pasar termegah

Mengaku Rugi, Pedagang Pasar Rakyat Merangin Kembali ke Pasar Baru
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR
Pedagang dari Pasar Rakyat Merangin kembali berdagang ke Pasar Pusat di Kota Bangko. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pembangunan Pasar Rakyat Merangin terkesan mubazir, sebab setelah diresmikan beberapa waktu lalu, hingga kini pasar termegah di Merangin itu tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Informasi yang dihimpun, setelah diresmikan pasar tersebut sempat dihuni oleh pedagang. Namun hanya bertahan sebentar. Para pedagang menolak berjualan di sana dengan berbagai alasan. Dan kemudian mereka kembali lagi ke pasar yang lama, yaitu pasar baru dan pasar lainnya disekitar Kota Bangko.

Baca: VIDEO: Sidang DKPP Menguak Fakta Baru, Begini Kronologi yang Dibacakan Ketua KPU Kota Jambi

Alasan yang paling krusial adalah sepinya pembeli. Ini dikarenakan pedagang daging, ayam terpisah dengan pedagang sayur mayur. Pedagang daging tetap berjualan di pasar yang lama, sementara di pasar yang baru yaitu pasar Rakyat, hanya diisi dengan pedagang sayur dan pakaian.

Pembeli banyak komplain karena mereka kena parkir dua kali di tempat yang berbeda. Ingin beli sayuran maka pergi ke pasar rakyat,  sementara jika ingin membeli daging, pembeli harus pergi ke pasar yang lama yang jaraknya cukup jauh dan tentunya harus menggunakan kendaraan lagi.

"Di sana pembelinya sepi. Orang-orang komplain parkirnya dua kali," kata Aini, Pedagang Pasar Baru Kabupaten Merangin.

Menurut dia, sebelumnya mereka sangat mendukung adanya pasar rakyat ini, sebab jika dilihat dari posturnya, pasar ini bisa menaikkan pendapatan, namun kenyataannya malah sebaliknya.

"Memang sepi nian dek. Pendapatan kami menurun drastis," imbuhnya.

Baca: Dulu Dua Kekuatan Menghadapi Moncong Senjata, Sekarang Pemanfaatan Teknologi Informasi

Baca: Ketahui Karakter Binatang Sebelum Membolehkan Anak Memelihara

Hal itu juga diungkapkan pedagang lainnya Dodi. Kata dia, pihaknya mau pindah ke pasar Rakyat asalkan semua pedagang juga ikut pindah ke lokasi tersebut.

"Jadi kalau ada yang di sini, ada yang disana, pembeli jadi terpecah, ditambah lagi ada yang tidak mau pindah," katanya.

"Kami mendambakan pasar yang bersih dan nyaman, tapi kalau nyaman dak punyo pembeli yo percuma jugo," sambungnya.

Pantauan di Pasar Rakyat yang menelan anggaran miliaran rupiah dengan dana APBN itu, kondisinya sudah memprihatinkan, selain kotor, beberapa pintu kios sudah rusak. Rolling door yang seharusnya tertutup, kini sudah terbuka.

Beberapa dinding sudah dicoret-coret oleh tangan jahil yang tak bertanggung jawab. Selain itu, beberapa sudut tercium bau pesing yang sangat menyengat.

Menurut warga, pasar Rakyat ini terlihat berfungsi ketika malam hari saja, sebab di samping pasar tersebut berdiri pasar malam dan beberapa PKL yang berjualan makanan. Jika tidak, kemungkinan besar sudah dijadikan tempat maksiat.

Baca: Ajarkan Tanggungjawab dengan Memelihara Binatang

Baca: Safrial Imbau Hindari Kampanye yang Memicu Kekerasan Sosial dan Memecah Belah Persatuan

Baca: DPRD Kerinci Gelar Rapat Paripurna HUT Ke-60 Kabupaten Kerinci

"Kalau daktik pasar malam, mungkin la dijadikan tempat orang pacaran. Ado pasar malam inipun mungkin dijadikan orang tempat pacaran," kata warga sekitar.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved