Hari Pahlawan: Ketika Tentara Inggris Sebut Surabaya 'Kota Neraka' Dalam Perang 10 November

Belanda ingin membalas kekalahannya, sedangkan Amerika dan Inggris bersekutu untuk merebut negeri ini dari tangan Jepang.

Hari Pahlawan: Ketika Tentara Inggris Sebut Surabaya 'Kota Neraka' Dalam Perang 10 November
Kompas
BrigJen Malaby memegang bendera putih dan Residen Sudirman duduk di muka mobil 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap tanggal 10 November, kita memperingati Hari Pahlawan yang bersejarah, namun tahukah Anda seperti apa sejarahnya?

Ya, sejarah bangsa Indonesia semasa memang berliku-liku, pepatah 'lepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau' pun rasanya bisa menggambarkan keadaan itu.

Silih berganti kekuasaan Belanda dan Jepang menguasai bangsa hingga akhirnya Indonesia merebut kemerdekaannya sendiri pada 17 Agustus 2017.

Baca: Mahfud MD Akui Sempat Sedih Gagal Cawapres, Tapi Luluh Setelah Jokowi Lakukan Hal Ini

Baca: Bumi Berbentuk Donat, Begini Penjelasan Penganut Teori Bumi Datar

Ketika Jepang berkuasa, ada tiga negara besar mengincar bangsa ini.

Belanda ingin membalas kekalahannya, sedangkan Amerika dan Inggris bersekutu untuk merebut negeri ini dari tangan Jepang.

Dalam Konferensi Postdam 24 Juli 1945, rencana pun dimantapkan.

Amerika kemudian diutus tom di negara Jepang.

Sedangkan Inggris diperintahkan segera menguasai negeri ini bila Jepang sudah menyerah.

Belanda kemudian juga ingin menakhlukkan Jepang dengan membonceng kekuatan tentara Amerika.

Kemudian Belanda terpaksa mengalihkan kekuatannya.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved