Benarkah dari Tenda Warung Soto? Bahan Bendera Pusaka Indonesia

Tapi siapa sangka, kain merah bendera pusaka tersebut, ternyata bekas kain tenda sebuah warung kaki lima.

Benarkah dari Tenda Warung Soto? Bahan Bendera Pusaka Indonesia
Pengibaran bendera pusaka saat proklamasi 17 Agustus 1945. 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap tanggal 17 Agustus di seluruh nusantara pasti berkibar jutaan Sang Merah Putih dalam berbagai ukuran dan keadaan.

Dari sejarah, orang pun tahu kalau Sang Saka Merah Putih yang berkibar untuk pertama kalinya 72 tahun lalu itu dijahit sendiri oleh Ibu Negara pertama RI Ny. Fatmawati.

Tapi siapa sangka, kain merah bendera pusaka tersebut, ternyata bekas kain tenda sebuah warung kaki lima.

Dikutip Tribunjambi dari Intisari, seorang pelaku sejarah, Brigjen TNI (Purn) Lukas Kustaryo menuturkan bagaimana lika-likunya saat ia berupaya mencari kain merah untuk bendera pusaka.

Konon, ide ini pun muncul secara tiba-tiba. Kala itu dari kancah romusha di Bayah, Banten Selatan, Shodanco Lukas diberi tugas secara inkognito membawa surat pribadi Tan Malaka untuk Bung Karno di Jakarta.

Sesampainya di Jl. Pegangsaan Timur no. 56, Kustaryo melihat Ny. Fatmawati menjahit bendera merah putih.

Baca: Kumpulan Ucapan dari Para Pejuang untuk Hari Pahlawan 10 November Cocok untuk Facebook WA dan IG

Baca: Memakai Emas Bagi Laki-Laki, Haram! Bagi Perempuan? Tinjauan Hadits Oleh Ustaz Abdul Somad

Baca: 10 November 2018, Kumpulan Ucapan Hari Pahlawan Cocok untuk Facebook, Whatsapp dan Instagram

Baca: Link Live Streaming Laga Dua Timnas Ganda Putra Badminton Indonesia Menuju Final di Hari Pahlawan

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini 10 November 2018, Taurus sedang Beruntung, Cancer Positif

Saat itu bulan Agustus 1945, para tokoh pergerakan memang sudah terlihat sibuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Apalagi di kediaman Bung Karno terlihat kesibukan yang tidak seperti biasanya.

"Tapi saya lihat benderanya terlalu kecil, kira-kira hanya berukuran panjang setengah meter. Dalam hati saya berkata, kayaknya nggak pantas. Untuk proklamasi kok benderanya tak begitu bagus," begitu ujar Kustaryo seperti dilansir dari Majalah Intisari.

Karena tidak tega melihat bendera kecil itulah, atas inisiatif sendiri laskar Peta Pacitan ini beniat mencari kcrin yang lebih besar untuk bendera.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved