Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara, Ternyata Ini Alasan KPK Menuntut Gubernur Jambi Nonaktif

"Tuntutan itu sudah dengan pertimbangan yang cukup, yang dilakukan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan kemudian diusulkan pada pimpinan,

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara, Ternyata Ini Alasan KPK Menuntut Gubernur Jambi Nonaktif
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Gubernur Jambi nonaktif itu dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tuntutan 8 tahun penjara terhadap Gubernur Jambi periode 2016-2021, Zumi Zola Zulkifli, melalui pertimbangan yang cukup.

"Tuntutan itu sudah dengan pertimbangan yang cukup, yang dilakukan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan kemudian diusulkan pada pimpinan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca: Ini Perubahan Jadwal CPNS Kemenkumham, Mulai Pengumuman SKD hingga Kelulusan Akhir

Menurut Febri, KPK melihat bahwa dalam beberapa kali pemeriksaan dan pada proses persidangan terhadap Zumi Zola, terbaca bahwa Zumi Zola mengakui beberapa perbuatannya sehingga tuntutannya menjadi 8 tahun penjara.

"Mungkin poin yang juga penting setelah proses hukum terhadap Zumi Zola ini bagaimana dengan pihak lain yang disebutkan oleh JPU juga harus dimintakan pertanggungjawabannya itu. Yang sedang didalami saat ini terkait dengan dugaan aliran dana pada sejumlah anggota DPRD (Provinsi Jambi)," ujarnya.

Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Gubernur Jambi nonaktif itu dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Zumi Zola menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Gubernur Jambi nonaktif itu dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider enam bulan penjara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN ()

Selain itu, kata Febri, KPK juga akan melihat lebih jauh dari fakta-fakta persidangan yang ada dan juga melihat kesesuaian antara satu bukti dengan bukti yang lain serta dalam putusan hakim nantinya.

"Hakim kan akan menilai juga dari fakta persidangan siapa yang terbukti menerima aliran dana dengan informasi-informasi awal yang sudah dibuka di persidangan. Jadi, aliran pada anggota DPRD menjadi salah satu poin yang diperhatikan oleh KPK," kata Febri.

Baca: Syarat Mendaftar Menjadi Kopassus, Pasukan yang Disegani Dunia, Latihannya Melampaui Batas

Sebelumnya, Zumi Zola Zulkifli dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Zumi Zola dinilai terbukti menerima gratifikasi dan memberikan suap kepada Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2017 dan 2018.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Ungkap Alasannya Tuntut Zumi Zola 8 Tahun Penjara

Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved