Panas Politik Genderuwo

Lagi Panas Istilah 'Politik Gederuwo' dari Jokowi, Jubir Prabowo-Sandi Langsung Komentari

"Ini kan era milenial. Masa masih saja bawa-bawa genderuwo? Apalagi genderuwo ini kan hanya mitos," kata Andre.

Lagi Panas Istilah 'Politik Gederuwo' dari Jokowi, Jubir Prabowo-Sandi Langsung Komentari
Presiden Joko Widodo mengendarai motor Kawasaki W175 beraliran tracker dan berwarna dominan hijau saat mengunjungi Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018). (Biro Pers Setpres) 

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat dipanaskan dengan munculnya istilah 'tampang Boyolali' dan 'sontoloyo', dunia politik Indonesia kembali ramai dengan istilah 'politik genderuwo'.

Istilah 'politik genderuwo' dilontarkan Presiden Jokowi pada saat berpidato di Tegal ternyata. Jokowi mengatakan itu saat membagikan 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018).

Terkait istilah politik genderuwo, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menilai istilah politik genderuwo yang dilontarkan Presiden Joko Widodo tak cocok diungkapkan di era milenial.

Menurut Andre, rakyat saat ini lebih takut dengan dengan kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu.

"Ini kan era milenial. Masa masih saja bawa-bawa genderuwo? Apalagi genderuwo ini kan hanya mitos," kata Andre melalui keterangan tertulis, Jumat (9/11/2018).

Baca: Kini Jadi Istri dari Irwan Mussry, Ternyata Dulu Maia Estianty Sempat Dilarang Anaknya Punya Kekasih

Baca: Hari Pahlawan: Gedung Tua Bersejarah ini Jadi Jejak Pernah Adanya Pasukan Inggris ke Surabaya

Baca: Nana Mirdad Ketumpahan Minyak Panas, Begini Perlakuan Andrew White ke Istrinya

"Saya yakin, kalau pun mitos genderuwo itu saat ini nyata, rakyat tetap lebih takut jika melihat harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi," lanjut dia.

Andre mengatakan, sebagai Presiden sebaiknya Jokowi lebih melihat masa depan bangsa terkait perekonomian negara.

Ia menyayangkan Jokowi kembali berkutat dengan istilah atau mitos yang tidak ada kaitannya dengan skema memperbaiki kondisi ekonomi.

"Genderuwo ini coba digambarkan sosoknya. Jangan hanya berhalusinasi dan terperangkap dengan masa lalu apalagi yang berbau mitos. Lebih baik pikirkan bagaimana nilai tukar rupiah kuat menghadapi dollar," papar Andre.

"Bagaimana janji lapangan kerja untuk anak bangsa. Bagaimana menurunkan harga-harga. Itu yang harus dipikirkan. Jangan-jangan janji yang banyak tak dipenuhi Jokowi itu juga halusinasi," lanjut Andre.

Halaman
12
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved