Aksi Pecah Kaca

Kronologis Raibnya Dana BOS SMAN 2 Batanghari Rp 200 Juta, 'Kami Dak Tau Bapak Tadi Turun Jugo'

Ini kronolgis perampokan Dana Bos milik SMA Negeri 2 Batanghari yang mengakibatkan raibnya uang Rp 200 Juta, Kepala sekolah kaget

Kronologis Raibnya Dana BOS SMAN 2 Batanghari Rp 200 Juta, 'Kami Dak Tau Bapak Tadi Turun Jugo'
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ini kronolgis perampokan Dana Bos milik SMA Negeri 2 Batanghari yang mengakibatkan raibnya uang Rp 200 Juta, Kepala sekolah kaget melihat kaca mobil pecah serta uang dalam tas raib. Jumat (9/11)

Dikatakan Kepala Sekolah SMA 2 Batanghari Rony Setyawati (45) yang merupakan satu dari tiga korban perampokan, mengatakan, kejadian bermula saat dirinya baru saja mengambil dana bos dari BRI sekitar Rp 180 Juta.

Sebelum beranjak dari BRI, bendahara sekolah tersebut bilang katanya mau menukar kartu BPJS, ingin melakukan pencetakan kartu BPJS dan berniat untuk menanyakan syarat syaratnya apa saja.

Baca: Dana BOS SMAN 2 Batanghari Rp 200 Juta Raib

Setiba di Kantor BSJS, dirinya bersama rekannya yang merupakan bendahara sekolah langsung turun untuk mengurus kartu tersebut, dan meninggalkan sopir yang tidak lain merupakan suami dari bendahara tadi di dalam mobil.

" Sebelum turun saya berpesan kepada sopir, bang uangnya saya tinggal didaalam mobil dekat saya duduk tadi," Ujarnya kepada sopir.

Namun sekitar 10 menit berselang, dirinya kaget setelah melihat kaca mobil sudah pecah dan uangpun raib. Posisi uang yang berada diatas jok belakan sopir sudah raib dengan kondisi kaca sebelah kanan pecah.

Dikatamannya pula selain itu uang TPP kan juga cair, sebagian sudah mengambil dan sebagian belum. Kalo ditotalkan uang yang hilang sekitar Rp 200 Jutaan termasuk uang TPP tadi.

Baca: Festival Kopi Hiasi HUT Kota Sungai Penuh ke-X

Baca: DWP Dorong Perempuan Berwira Usaha, Neta: Ibu Rumah Tangga Juga Bisa Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Yang disayangkan dan tidak sepengetahuan kita, tidak lama setelah saya dan bendahara turun suaminya tadi (sopir) ikut turun. Dan berada beberapa meter dari mobil. Mungkin disaat itulah pelaku langsung melancarkan aksinya.

"Kami dak tau kalo bapak tu tadi turun jugo, kiro kami dio masih dimobil jadi pikir kito aman aman bae karno ado yang jagoin duit tu," Jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved