Akibat Posting Berita Hoax Penculikan Anak, Ibu Rumah Tangga di Tanjabtim Ditangkap Polisi

YN diamankan polisi lantaran membuat gaduh masyarakat akibat informasi hoax tentang penculikan anak yang diposting melalui ...

Akibat Posting Berita Hoax Penculikan Anak, Ibu Rumah Tangga di Tanjabtim Ditangkap Polisi
Tribun Jambi/Zulkifli
Ibu rumah tangga berinisial YN dari Kecamatan Muarasabak Timur harus berurusan dengan Polres Tanjab Timur, lantaran posting berita hoax. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Berhati-hatilah menggunakan media sosial. Salah-salah, nasib Anda bisa seperti ibu rumah tangga di Tanjung Jabung Timur ini.

Lantaran memposting berita bohong atau hoax tentang penculikan anak di media sosial Facebook, ibu rumah tangga berinisial YN dari Kecamatan Muarasabak Timur harus berurusan dengan Polres Tanjab Timur.

YN diamankan polisi lantaran membuat gaduh masyarakat akibat informasi hoax tentang penculikan anak yang diposting melalui akun facebooknya, pada Rabu (7/11) sekira pukul 20.20 WIB.

Dalam postingannya tersebut, akun Facebook pribadi atas nama Nailah milik YN memposting tulisan "Jagalah anaknya seketat-ketatnya bagi yang punya anak kecil karna tadi siang ada anak sekolah yang diculik di Muarasabak Timur".

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Agus Desri Sandi, saat konferensi pers pada Jumat (9/11) menyampaikan berdasarkan penyelidikan Polres Tanjung Jabung Timur, informasi yang diposting YN tersebut tidak benar adanya atau hoax, sehingga meresahkan orang lain.

"Dari hasil interogasi kami terhadap YN, bahwa ia mendapatkan informasi penculikan anak tersebut dari Nanda atau adik ibunya yang bekerja sebagai tukang salon, yang mendapatkan informasi dari pelangganya. Kemudian saudari YN memposting di akun Facebook miliknya," jelas Kapolres, Jumat (9/11).

Baca: Malam ini! Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Singapura, Pertandingan Perdana Untuk Merebut 3 Poin

Baca: Tebo Status Siaga Banjir Hingga Desember 2018, Hasil Rapat Bersama Camat dan BPBD

Baca: Jelang Pertandingan! Bima Sakti Tunjuk Sosok Muda ini Jadi Kapten Timnas Indonesia vs Singapura

Baca: Catat Tanggalnya! Garuda Online Travel Fair 2018 Hadir November Ini

Agus mengatakan itu merupakan kali pertama terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Proses hukum tetap dilanjutkan, meski yang bersangkutan sudah meminta maaf. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan dan akan meminta keterangan saksi ahli.

"Pasal yang dikenakan, pelaku diancam dengan UU ITE dan Telekomunikasi Nomor 19/2016 dengan ancaman enam tahun penjara," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved