Tuntutan Tiga dari Empat Terdakwa Kasus Embung Sungai Abang Urung Dibacakan

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi urung membacakan surat tuntutan tiga dari empat terdakwa

Tuntutan Tiga dari Empat Terdakwa Kasus Embung Sungai Abang Urung Dibacakan
tribunjambi/darwin
Pembacaan tuntutan terdakwa pengerukan sungai oleh JPU Kejati Jambi, ditunda 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan AJ

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi (JPU Kejati) Jambi urung membacakan surat tuntutan tiga dari empat terdakwa kasus pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo. Hal itu dikarenakan surat tuntutan kepada terdakwa Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, dan Faisal Utama belum turun kepada jaksa.

"Mohon izin, yang mulia. Untuk tuntutan kepada para terdakwa belum bisa dibacakan, kata satu di antara jaksa yang menangani kasus itu, Hakim Albana, Rabu (7/11/18).

Atas hal itu, majelis hakim yang diketuai Dedy Muchti Nugroho, memutuskan untuk menunda pembacaan tuntutan pada Rabu (14/11/18) mendatang.

Sementara itu, satu di antara terdakwa, Sarjono melanjutkan agenda persidangan dengan mendengarkan keterangan saksi ahli yang meringankan.

Dalam sidang tersebut, pihak Sarjono menghadirkan pakar hukum pidana dari Universitas Jambi, DR Sahuri Lasmadi, SH, MHum.

Dalam keterangannya, dia membahas tentang kewenangan dan penyidikan yang dilakukan terhadap Sarjono.

Berpayung hukum pasal 32 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dia menyatakan Sarjono seharusnya tidak terjerat dalam undang-undang pidana.

"Dalam ayat pertama disebutkan, dalam hal penyidikan menemukan dan berpendapat bahwa satu atau lebih unsur tindak pidana korupsi tidak terdapat cukup bukti, sedangkan secara nyata telah ada kerugian keuangan negara, maka penyidik segera menyerahkan berkas perkara hasil penyidikian tersebut kepada Jaksa Pengacara Negara untuk dilakukan gugatan perdata atau diserahkan kepada instansi yang dirugikan untuk mengajukan gugatan," dia menerangkan.

Selanjutnya, dia menerangkan melalui riwayat perkara. Sepengetahuannya, Sarjono telah mengajukan praperadilan dan bebas di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved