SIJ Ajarkan Arti Pentingnya Pendidikan ke Anak-anak di Panti Asuhan

Ada tiga program unggulan yang dijalanankan oleh Sahabat Ilmu Jambi (SIJ). Di antaranya pendampingan, taman baca dan entrepreneur

SIJ Ajarkan Arti Pentingnya Pendidikan ke Anak-anak di Panti Asuhan
tribunjambi/nurlailis
Sahabat Ilmu Jambi (SIJ) merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial pendidikan. Sejak terbentuk pada 5 Agustus 2011, komunitas ini banyak mendampingi anak-anak di beberapa kawasan yang ada di Kota Jambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Ada tiga program unggulan yang dijalanankan oleh Sahabat Ilmu Jambi (SIJ). Di antaranya pendampingan, taman baca dan entrepreneur.

Sampai saat ini ada beberapa daerah pendampingan yang telah dijalankan oleh SIJ yaitu, panti asuhan darul aitam, panti asuhan madinatul aitam, panti asuhan Al Kautsr, panti asuhan Aboel Hasan, sekolah dayung bank sampah Danau Sipin, kawasan candi Solok Sipin, Broni.

Divisi pendampingan itu nanti mencari satu daerah untuk didampingi dalam kurun waktu 1-2 tahun. setahun lalu SIJ mendampingi anak di daerah Danau Sipin selama dua tahun.

“Kami ingin mereka punya kegiatan belajar, dengan latar belakang keluarga mereka, justru mereka tidak memiliki keinginan untuk belajar bahkan keinginan untuk sekolahpun tidak ada. Mereka berpikiran sekolah tidak membuat mereka mendapatkan uang. Setelah SIJ mendampingi, mereka sudah mengerti arti petingnya belajar,” papar ketua SIJ, S. Anggi Lestari.

Hasil akhirnya untuk di daerah Danau Sipin, bersama komunitas danau sipin juga bekerjasama untuk menumbuhkan minat akan pentingnya pendidikan. Sekarang anak-anak di sana setidaknya paham bahwa pendidikan itu penting, mereka sudah punya keinginan untuk sekolah, bisa sholat dan lain-lain.

Selain mengajar anak-anaknya SIJ juga mengajak orang tua mereka untuk berkreativitas dengan memanfaatkan barang bekas yang memiliki nilai jual.

Setahun terakhir, SIJ mendampingi di daerah Broni tepatnya di kampung pemulung. Dengan background pekerjaan kebanyakan orang di sana adalah pemulung. Anak-anak disana tidak punya motivasi untuk sekolah karena orang tua mereka saat pagi sudah berangkat mulung.

Ia mengatakan, anak-anak disana justru ikut orang tuanya kerja dulu untuk dapat uang jajan baru mereka mau sekolah. Sementara kalau mereka sekolah mereka tidak mendapat uang jajan.

Waktu pendampingan biasanya pada hari Sabtu jam 2-5 sore. Adapun tema yang dibawakan adalah keagamaan, sosial, juga mendatangkan relawan dari profesional seperti dokter gigi, pelukis dan lainnya. Ada juga edu wisata dengan mengajak mereka ke Taman Rimba.

“Tiap daerah tergantung pada sasarannya apa, latar belakang daerah tersebut apa. Sehingga waktu pendampingan pun berbeda,” ungkapnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved