Sekolah di Pelosok Sarolangun Ini Kondisinya Memprihatinkan, Siswa Bisa Tertimpa Plafon

Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai

Sekolah di Pelosok Sarolangun Ini Kondisinya Memprihatinkan, Siswa Bisa Tertimpa Plafon
tribunjambi/wahyu herliyanto
Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan.

Pantauan TribunJambi.com belum lama ini terlihat dari beberapa ruangan kelas yang sudah tidak layak. Kerusakan itu terlihat dari lantai sekolah yang berawalnya berlapis semen, kini habis dimakan usia hingga berubah menjadi lapisan tanah.

Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan.
Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan. (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Tak habis di situ, papan tulispun sudah terpotong hingga menjadi separuh bagian. Jendelapun sudah tidak ada lagi dan ditutupi dengan sejumlah kayu dan plafon sudah banyak yang rontok, kondisi ini dikhawatirkan akan menimpa siswa saat belajar.

Kata Bustari, kepala sekolah SD N 160 mengaku kondisi seperti ini sudah lama terjadi, pihaknya sudah sering mengajukan perbaikan ke pihak terkait namun sampai saat ini belum ada tanggapan baik itu pemerintah.

Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan.
Sekolah yang terdapat di pelosok Sarolangun, yaitu Sekolah Dasar (SD) N 160 Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun kondisinya saat ini memprihatinkan. (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Katanya, sekolah yang dibangun pada tahun 1981 ini baru sekali direnovasi, yaitu pada tahun 2004 silam dan hingga sampai sekarang tidak pernah diperhatikan.

Sekolah ini terdiri dari 88 murid dan mempunyai guru sembilan, terdiri dari empat orang PNS dan selebihnya tenaga kontrak dan honorer dana bos

Bustari menyampaikan keluhannya bahwa sekolah ini sudah layak untuk direhab dikarenakan melihat kondisi bangunan yang sudah tua, lantai sudah berlubang-lubang dan lebih tragisnya lagi bila hujan aktifitas belajar terganggu karena atap sudah bocor.

Dia berharap kepada pemerintah agar dapat melihat kondisi ini dan meminta sekolah yang ia pimpin untuk segera direhap.

Fatimah salah seorang murid kelas tiga mengaku jika saat hujan turun, atap sekolah itu seketika meneteskan air di meja belajarnya.

"Iya kak kalok hujan bocor," katanya sambil melihat atap sekolah.

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Sarolangun, Lukman saat dikonfirmasi hal ini, katanya sesungguhnya jika kondisi sekolah seperti itu perbaikan menggunakan dana BOS juga bisa.

"Pakek dana BOS jugo biso. Masak beli triplek untuk papan tulis nunggu proyek nian, kecuali kalok rusak berat," katanya Kamis (8/11).

Penggunaan dana BOS untuk perbaikan sekolah katanya diperbolehkan jika kerusakan sekolah masih bisa ditangani seperti penggantian atap berupa seng dan sarana prasarananya seperti alat tulis.

"Sekitar 4 sampe 5 juta dipakek untuk itu (perbaikan)," katanya. (*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved