Rupiah Pagi Ini Menguat ke Posisi Rp 14.651 per Dollar AS

Pagi ini, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia, Kamis (8/11/2018) rupiah menguat ke posisi Rp 14.651 per dolar AS.

Rupiah Pagi Ini Menguat ke Posisi Rp 14.651 per Dollar AS
Kompas
Nilai tukar rupiah terhadap dolar 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Sepekan terakhir, kurs rupiah menguat ke level di bawah Rp 15.000 per dolar AS. Pagi ini, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia, Kamis (8/11/2018) rupiah menguat ke posisi Rp 14.651 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan kemarin, kurs rupiah ditutup menguat pada posisi 14.764 per dolar AS.

Baca: Pihak Lion Air Akui Pesawatnya Senggol Tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu

Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penguatan rupiah.

Pertama, pada awal November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.

“Pelemahan dolar AS dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets,” kata Josua kepada Tribunnews.com, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, menurutnya, tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk rupiah.

Pelemahan dollar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu Partai Demokrat pada midterm election.

Baca: Pengumuman SKD CPNS Kemenkumham Ditunda, Pantau Pengumuman Disini & Ini Jadwal Tes SKB

Baca: Ikan Predator yang Memiliki Banyak Khasiat, Ini 5 Khasiatnya yang Tak Diketahui Orang

Di pasar saham, sejak awal November ini, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 289,4 juta dolar AS secara bulanan.

Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar 340 juta dolar AS secara bulanan sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42 basis poin menjadi sekitar 8,13 persen.

“Arus modal asing yang masuk meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas rupiah menjadi sekitar 7,6 persen dari level 10 persen pada pertengahan bulan Oktober yang lalu,” kata Josua.

Selain itu, adanya implementasi DNDF direspon positif oleh pelaku pasar dan mendorong diversifikasi risiko permintaan dollar di pasar spot dan memberikan alternatif hedging bagi offshore player.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pagi Ini Rupiah Menguat Oleh Sentimen Pasar Keuangan Global yang Membaik,

Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved