Kepsek Madrasah di Bungo Diduga Aniaya Empat Siswa, Korban Tak Terima Melapor ke Kemenag

Hasbi menyayangkan kejadian itu, apa lagi menyuruh siswa mengganti bola yang pecah. "Kami sangat menyesali"

Kepsek Madrasah di Bungo Diduga Aniaya Empat Siswa, Korban Tak Terima Melapor ke Kemenag
capture youtube
Ilustrasi hukuman guru 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kepala Kantor Kemenag sesalkan kepala sekolah yang memukul muridnya cuma karena bola kasti, pada Rabu (7/11).

Kepala Kantor Kemenag Bungo, Hasbi membenarkan adanya pengaduan dari korban. Dia akan memanggil oknum kepala madrasah tersebut.

"Besok pagi dipanggil kepala madrasah dan anak (korban, red) yang dipukulnya itu. Empat orang itu akan dibawa ke sini besok," ungkap Hasbi.

Hasbi menyayangkan kejadian itu, apa lagi menyuruh siswa mengganti bola yang pecah. "Kami sangat menyesali kejadian ini, tidak seharusnya kepala madrasah untuk sampai memukulkan anak sampai bengkak, hanya gara-gara bola kasti," tukas Hasbi

Sebelumnya tidak terima menjadi korban penganiayaan oleh kepala sekolah, M.Fiki Firdiansyah bersama orang tuanya Firdaus meminta pertanggungjawaban pada Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bungo, Rabu (7/11).

Saat ditemui di kantor Kemenag, M.Fiki Firdiansyah ditemani Firdaus mengatakan ia beserta tiga orang temannya sudah yang masih kelas II dianiaya oleh kepala sekolah MTS N, tempat ia menimba ilmu.

Dijelaskannya, kejadian bermula saat Fiki bersama tiga orang temannya meminjam bola kasti untuk bermain. Setelah main, bola kasti tersebut langsung dikembalikan.

"Tidak lama setelah dikembalikan, kami dipanggil oleh kepala sekolah. Lalu kepala sekolah menuduh kami telah membocorkan bola kasti yang dipinjam. Padahal bola itu sudah bocor dari hari Sabtu lalu ," ucap Fiki.

Kepala sekolah tersebut tidak mau menerima alasan yang disampaikan. Ia meminta agar Fiki bersama temannya mengganti bola tersebut sebesar Rp 5000 untuk satu orangnya.

"Setelah itu tangan kami berempat dipukul oleh kepala sekolah pakai kayu. Akibat dari pemukulan itu tangan saya sangat merasa sakit karena keseleo ," tutupnya.

Sementara itu Firdaus meminta agar Kemenag Bungo memberikan sangsi keras terhadap pelaku. Sayangnya, saat didatangi Kakan Kemenag tidak berada di kantor.

"Kita menuntut agar ada pertanggungjawaban atas perbuatannya. Setelah ini, kami juga akan membuat laporan pada pihak kepolisian agar diproses secara hukum ," ucapnya.(bai)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved