Pekan Harmoni Sungai Penuh

Upacara Sakral Tandai Pekan Harmoni Sungai Penuh, Bersihkan Keris Pusaka di Lapangan Merdeka

Terasa sangat sakral pembukaan pekan harmoni budaya yang digelar Pemerintah Kota Sungai Penuh. Di acara tersebut dilakukan

Upacara Sakral Tandai Pekan Harmoni Sungai Penuh, Bersihkan Keris Pusaka di Lapangan Merdeka
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Terasa sangat sakral pembukaan pekan harmoni budaya yang digelar Pemerintah Kota Sungai Penuh. Di acara tersebut dilakukan prosesi pembersihan benda pusaka seperti keris.

Rabu (7/11) lapangan merdeka Sungai Penuh disesaki ribun masyarakat, pada umumnya masyarakat Kota Sungai Penuh. Mereka yang hadir mengenakan pakaian adat wilayah mereka masing-masing.

Ya, pada 7 November 2018 dibuka acara pekan harmoni budaya. Acara tersebut akan berlangsung selama tiga hari kedepan. Acara yang digelar bersama dengan acara Sungai Penuh Expo, merupakan rangkaian acara menyambut HUT kota Sungai Penuh ke-10.

Dengan tema ‘Keduri Sko Sebagai Pemajuan Kebudayaan dan Pariwisata’ dibuka oleh Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kemendikbud RI, Dra Christiarti Ariani berlangsung spektakuler. Setelah dilakukan pemukulan gong tanda dibukanya acara, suasana pun mulai terasa sakral.

Dimana acara dibuka dengan Festival Keduri Sko dengan menaikkan bendara pusaka. Sekelompok anak muda berpakaian hitam turun melakukan tarian silat khas Sungai Penuh.

Setelah itu beberapa orang adat dengan membawa peti kayu turun ke lapangan. Peti berjumlah tiga buah tersebut berisi benda pusaka jenis keris.

Di tengah lapangan yang telah disediakan sesajian, peti tersebut diletakkan. Satu persatu benda pusaka itu dikeluarkan dari tempatnya dengan sangat hati-hati.

Benda pusaka itu kemudian dibersihkan oleh orang adat. Dengan menggunakan jeruk sebagai pembersih dan api kemenyan yang dibakar, benda pusaka itu dibersihkan dengan sangat hati-hati.

Spontan prosesi pembersihan benda pusaka itu menjadi perhatian para tamu undangan yang hadir. Setelah dibersihkan, benda-benda tersebut kembali disimpan ditempatnya semula di dalam peti kayu.

Selanjutnya, para pemangku adat melantik ninik mamak diwilayah mereka masing-masing. Yakni wilayah Kecamatan Sungai Penuh, Hamparan Rawang, Kumun Debai, Tanah Kampung, Pesisir Bukit dan Pondok Tinggi.

Tarian iyo-iyo yang dibawakan oleh kaum perempuan juga memeriahkan acara pembukaan pekan harmoni. Tarian dengan empat jenis gerakan ini, membuat para tamu undangan ikut turun mengikuti rentak irama musik tradisional tersebut.

Wako Sungai Penuh, H Asafri Jaya Bakri (AJB) mengatakan, pada pekan harmoni kali ini, pihaknya fokus ke acara budaya tradisional. Dimana sebagai upaya untuk mendapatkan penilain agar diangkat menjadi even nasional.

“Kita fokus kebudayaan dan pariwisata. Hampir seluruh lapangan dijadikan acara pekan harmoni, dan Sungai Penuh Expo kita lakukan di luar lapangan,” ujarnya.

Diungkapkannya, pada pekan harmoni ini juga digelar keduri Sko. Keduri Sko ujarnya, merupakan kenduri adat yang didalamnya dilakukan pembersihan benda-benda pusaka.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved