Ukir Limbah Kayu Menjadi Bernilai Tinggi

Kerajinan tangan bisa dibuat dari beragam benda di sekitar kita. Salah satu bahan yang banyak dibuat kerajinan tangan adalah limbah kayu.

Ukir Limbah Kayu Menjadi Bernilai Tinggi
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kerajinan tangan bisa dibuat dari beragam benda di sekitar kita. Salah satu bahan yang banyak dibuat kerajinan tangan adalah limbah kayu. Bahan satu ini perlu ketelitian dan ketelatenan untuk mengolahnya agar memiliki nilai jual. Alat yang memadai pun sangat diperlukan untuk membuat kerajinan tangan ini.

Buhari satu diantara pengrajin yang beralamatkan di Jalan Lagan RT. 06 Kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi mengatakan, skill dan juga keterampilan yang mumpuni juga dibutuhkan agar hasilnya lebih maksimal. Kerajinan limbah kayu ini bisa jadi sampah kayu yang semula tak berarti, bisa mendapatkan nilai jual seni tinggi yang berharga.

Baca: Tradisi Mandi Safar Dilestarikan Warga Desa Air Hitam Laut Hingga Kini

“Kayu bekas yang kita kumpulkan kita buat jadi hiasan dinding sampai mainan kunci dan lainnya,” kata Buhari, kepada Tribunjambi.com belum lama ini.

Diakuinya, awalnya memang sulit menciptakan kerajinan dari kayu. Namun setelah dijalani, ternyata membuat kerajinan kayu tak sesulit yang dibayangkan. Bahkan Buhari mengajak tetangga dekat untuk melakukan kerja sambilan dari mengumpulkan sampah kayu yang hanyut di pinggir sungai.

“Kita harus mengeringkan kayu dahulu sebelum kita melakukan proses pengerjaan membuat Wood doll painting dan miniatur badik dan gantungan kunci kayu potong,” kata Buhari.

Buhari juga sudah mulai melakukan penjualan karya seninya di berbagai tempat perjuangan, seperti menitipkan ke toko sekitar wilayah Kabupaten Tanjab Timur.

Baca: Upacara Sakral Tandai Pekan Harmoni Sungai Penuh, Bersihkan Keris Pusaka di Lapangan Merdeka

Baca: Pelaku Pencurian Yamaha Vixion Milik Warga Bukit Baling Sekernan Berhasil Dibekuk

Usaha Buhari memberikan nilai jual limbah kayu ini mendapat respon positif dari Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Tanjab Timur. Muhammad Awaluddin selaku Kabid Perdagangan sangat merespon adanya industri rumahan seperti ini. Selain itu di Tanjabtim sudah ada usaha makanan yang dikenal masyarakat luar seperti kerupuk udang, kletek atau kerupuk kayu bakar.

“Masyarakat Tanjabtim harus pandai mempunyai seni seperti memanfaatkan sampah kayu yang masih bisa diolah menjadi bahan pokok untuk membuat hasil karya dan dapat dijual,” kata Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, harapannya kepada pengrajin tangan agar lebih banyak menciptakan karya seninya.

“Kapan perlu buat miniatur khas daerah, terutama khas daerah kabupaten Tanjung Jabung Timur seperti perahu lancang kuning ditambah dengan bingkisan yang baik untuk mendapatkan nilai jual tinggi, sehingga pendatang yang mampir ke daerah kita bisa membeli oleh-oleh atau Cideramata yang khas daerah. Kami siap untuk membantu untuk membantu memasarkan produk-produk masyarakat Tanjab Timur dan kita tampilkan setiap bazar,” ujarnya.

Baca: Ada Group Gay Merangin dan Sekitarnya di Facebook, Bupati Minta BINda Bergerak

Baca: Festival Mandi Safar Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Pantai Babussalam

Baca: 2018 Pemkab Kerinci Raih Nirwasita Tantra

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved