2018 Pemkab Kerinci Raih Nirwasita Tantra

Kabupaten Kerinci melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kerinci berhasil meraih penghargaan Nirwasita Tantra tingkat provinsi dan Nasional

2018 Pemkab Kerinci Raih Nirwasita Tantra
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Gusdinul Gazam, Rabu (7/11) saat menerima penghargaan Nirwasita Tantra tingkat provinsi dan Nasional.

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kerinci berhasil meraih penghargaan Nirwasita Tantra tingkat provinsi dan Nasional. Penghargaan tersebut didapat Pemkab Kerinci yang telah berhasil melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Gusdinul Gazam, Rabu (7/11). Ia mengatakan, tolok ukur keberhasilan ini dapat dilihat dari indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) sebesar 78,98 pada kategori baik.

“Kualitas lingkungan hidup ini terdiri meliputi tanah, air dan udara,” ungkapnya.

Disampaikannya, ada beberapa program pembangunan bidang lingkungan yang dilakukan DLH Kerinci. Meliputi program perlindungan lingkungan, program pengendalian dampak lingkungan serta program pengelolaan sampah dann limbah.

Program perlindungan lingkungan ujarnya, diarahkan pada perlindungan kawasan hutan, kawasan budidaya, daerah aliran sungai (DAS). Selain itu juga ada keaneragaman hayati, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta pemberdayaan masyarakat peduli lingkungan.

“Program ini telah dapat dilaksanakan dengan baik, meliputi kegiatan menjaga kelestarian lingkungan, penanaman pohon kehidupan, ruang terbuka hijau dan pertamanan, identifikasi data potensi keanekaragaman hayati,” sebutnya.

Selain itu sebutnya, berkat mempertahankan stock carbon sebesar 157 juta ton CO­2 serta pembinaan masyarakat peduli lingkungan. Pemkab Kerinci berhasil sebagai nominasi penerima penghargaan KALPATARU tingkat nasional.

Sementara itu lanjutnya, untuk program pengendalian lingkungan diarahkan pada perencanaan dan kajian dampak lingkungan, pemantauan dan pengawasan lingkungan. Program ini telah dapat dilaksanakan baik meliputi kegiatan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS).

Penyusunan status lingkungan hidup daerah (SLHD), penilaian dokumen lingkungan (AMDAL, UKL-UPL dan SPPL). Pengujian kualitas air, tanah dan udara pemantauan dan pengawasan terhadap usaha kegiatan usaha besar/sedang 20 usaha dan skala kecil/mikro 40 usaha.

“Kita juga menindaklanjuti pengaduan masyarakat di bidang lingungan serta penegakan hukum lingkungan,” jelasnya.

Sedangkan program pengelolaan sampah dan lingkungan ujarnya, diarahkan pada pengelolaan persampahan dan limbah melalui kegiatan 3R. Kegiatan pengelolaan sampah diutamakan pada kawasan strategis (Jalur utama) di 16 wilayah kecamatan. Dan pengelolaan limbah dilaksanakan di instansi pengolahan sampah terpadu (IPST) Sembulun Pantai dengan sistim 3R dan Komposter.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved