Banjir di Kerinci

Banjir Datang Saat Warga Tertidur, Sebagian Harta Benda tak Selamat

Hujan deras yang menguyur sejak Jumat hingga Sabtu malam, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh

Banjir Datang Saat Warga Tertidur, Sebagian Harta Benda tak Selamat
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Ilustrasi. Banjir yang menggenangi wilayah Kabupaten Kerinci (foto 2017) 

*Ratusan Rumah di Kerinci dan Sungai Penuh Terendam Banjir

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Hujan deras yang menguyur sejak Jumat hingga Sabtu malam, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kebanjiran.

Ratusan rumah warga di Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci dan Kecamatan Hamparan Rawang dan Tanah Kampung terendam banjir.

Informasi yang didapatkan banjir terjadi akibat meluapnya sungai Batang Merao. Belum ada laporan adanya korban jiwa, namun ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian satu centimeter hingga selutut orang dewasa.

Sebagian korban yang terendam banjir tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Sebab banjir datang saat warga tengah tertidur lelap.

Banjir terparah terjadi di desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar tidak bisa dilakukan.

“Hujan semalaman yang menguyur mengakibatkan tembok penahan sungai jebol. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi jalan raya, hingga membuat akses transportasi lumpu,” ujar Safrial warga Depati Tujuh, Minggu (4/11).

Senada Erna warga lainnya mengatakan, akibat banjir ini sebagian warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke daerah yang lebih tinggi, dan ke rumah sanak saudara. Namun sebagian lagi masih memilih untuk bertahan, menunggu banjir surut.

“Banyak yang masih bertahan di rumah yang terkena banjir. Namun ada juga yang mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terkena banjir,” ujar Erna.

Erna menyebutkan, kecamatan Depati Tujuh dan Hamparan Rawan merupakan daerah langganan banjir jika memasuki musim hujan. Warga berharap pemerintah daerah dapat menormalisasi sungai Batang Merao secara keseluruhan agar banjir tidak terjadi lagi.

“Kita minta ada solusi agar banjir tidak terjadi lagi, jika datang hujan deras,” harapnya.

Terkiat banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi. Kepala BPBD Kabupaten Kerinci, Darifus dihubungi melalui nomor ponselnya bernada tidak aktif.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved