Tiga Bank Besar Ini Masih Catat Porsi Dana Pihak Ketiga Valas Mini

Perbankan terus memacu dana pihak ketiga (DPK) baik dalam rupiah maupun valuta asing (valas) guna menjaga likuiditas.

Tiga Bank Besar Ini Masih Catat Porsi Dana Pihak Ketiga Valas Mini
KONTAN/FRANSISKUS TAMPUBOLON
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Perbankan terus memacu dana pihak ketiga (DPK) baik dalam rupiah maupun valuta asing (valas) guna menjaga likuiditas.  PT Bank Central Asia Tbk misalnya, yang mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 6,9% year on year (yoy) menjadi Rp 613,89 triliun hingga September 2018.

Dari jumlah itu, "DPK Valas hanya sekitar 8% dari total DPK secara keselurahan per September 2018. Dimana lebih banyak penempatan di Giro. Kita berharap akan stabil sampai akhir tahun ini," ujar Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra kepada Kontan.co.id, Jumat (2/11).

Baca: Ucapan Duka Istri Syachrul Anto yang Mengharu-biru, Penyelam yang Gugur dalam Pencarian JT 610

Artinya, DPK valas BCA per September hanya sekitar Rp 49,11 triliun.

Tak mau kalah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga mampu menghimpun pertumbuhan DPK 16,06% yoy menjadi Rp 195,05 triliun hingga September 2018.

"DPK valas masih kecil, baru 1% dari total dana yang dihimpun. Karena deposito valas dan tabungan valas baru kita luncurkan di awal tahun. Porsinya masih lebih besar deposito valas," kata Direktur Konsumer BTN Budi Satria.

Budi menambahkan, BTN akan terus mendorong pertumbuhan DPK valas melalui tabungan valas BTN dengan brand Felas.

Catatan saja, berdasarkan data BI, DPK valas tumbuh lebih besar ketimbang DPK rupiah.

Sebab, "Saat ini di Indonesia valas khususnya dollar AS masih dianggap sebagai investasi yang penting untuk menghadapi gejolak nilai tukar. Sebagai pengaman finansial," jelas Budi.

Baca: Rekaman Black Box Viral di Media Sosial, Kemenkominfo Sampaikan Klarifikasi

Baca: KPK Sarankan Pemkab Bekasi Review Kembali Izin Proyek Pembangunan Meikarta

Begitu pun dengan PT Bank OCBC NISP Tbk yang mencatatkan DPK per September 2018 sebesar Rp 118,44 triliun. Nilai ini tumbuh 3% yoy dari Rp 114,75 triliun.

"Pertumbuhan DPK valas kami relatif flat. Lebih banyak di deposito. Proyeksi akhir tahun rasanya juga relatif naik di bawah 5%," ungkap Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved