Musibah Longsor

Satu Rumah Warga Desa Baru Sungai Deras Tertimpa Longsor, Akses Jalan Lumpuh

Musibah longsor terjadi di Desa Baru Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Sabtu (3/11/2018) dini hari.

Satu Rumah Warga Desa Baru Sungai Deras Tertimpa Longsor, Akses Jalan Lumpuh
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Musibah longsor terjadi di Desa Baru Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Sabtu (3/11/2018) dini hari.

Akibat longsor tersebut, akses jalan Kecamatan Air hangat Timur antara desa Baru Sungai Deras dan sekitarnya tidak bisa dilalui atau lumpuh total.

Salah Satu warga, Hamid menjelaskan, kejadian saat hujan dari Jumat (2/11) sore hingga Sabtu (3/11) dini hari.

Baca: Curah Hujan Tinggi, Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Kerinci. Akses Jalan Tertutup

"Kejadian dini hari tadi, terdengar gemuruh yang keras sehingga kami keluar melihat keluar asal suara tersebut," sampainya

Kejadian longsor tersebut sudah diwanti-wanti oleh dirinya dan warga lainnya akan terjadi longsor. Sebab sebelumnya sudah terjadi patahan tanah akibat galian C di desa tersebut.

"Patahan sudah nampak beberapa hari ini, akibat galian C tersebut sehingga kami sudah waspada akan longsor tersebut," ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah untuk segera turunkan alat berat membersihankan material longsoran tersebut.

"Jalan ini akses 8 desa untuk ke kecamatan, jadi harapan kami untuk segera di turunkan alat berat membersihkan material longsoran ini," ujarnya.

Camat Air Hangat Timur, Armen dikonfirmasi menyebutkan, bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun satu unit rumah rusak berat, dan 5 rumah lainnya terancam kena longsor susulan.

Baca: Setiap TPS Harus Punya Akses Disabilitas

Baca: VIDEO: 1.562 Peserta CPNS kota Jambi Ikuti Ujian CAT, Banyak Tak Lolos Tes karakteristik Pribadi

"Satu rumah rusak berat, dan 5 rumah lainnya kita anjurkan mengungsi ke rumah keluarga atau warga lainnya," ungkapnya

Dirinya juga menyampaikan, bahwa kejadian ini berawal dari adanya galian C yang mengeruk tanah di sekitar lokasi. Sehingga mengakibatkan patahan di atas kerukan tersebut, sampai saat ini patahan masih terdapat di atas bukit.

"Kita pihak kecamatan sebelumnya sudah menyampaikan ke pemilik tanah untuk menghentikan, tapi kurang ada respon darinya, ya akibatnya begini," jelasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved