Titik-titik Rawan Banjir di Tungkal, Warga Diimbau Waspada

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat beberapa titik rawan banjir, masyarakat diimbau waspada.

Titik-titik Rawan Banjir di Tungkal, Warga Diimbau Waspada
tribunjambi/darwin sijabat
Terdapat genangan air di jalan Bengkinang, menuju kantor Mapolres Tanjab Barat dari Jalan Patunas. Disebabkan hujan, dan kondisi jalan berlubang. (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat beberapa titik rawan banjir, masyarakat diimbau waspada.

Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini, Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tanjab Barat telah melakukan pemetaan daerah rawan banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunjambi.com dari BPBD Tanjab Barat, setidaknya ada beberapa desa di beberapa kecamatan yang menjadi daerah rawan banjir.

Kosasih, Kepala Pelaksana BPBD Tanjab Barat mengatakan daerah rawan banjir tersebut di Kecamatan Muara Papalik, Merlung, Tungkal Ulu, Batang Asam.

"Ada beberapa titik rawan banjir, Desa Tanjung Bojo di kecamatan Batang Asam, Desa Pematang Pauh di kecamatan pematang pauh, Kecamatan Tungkal Ulu di Desa Kuala Dasal pinggiran Sungai Pengabuan," katanya, Rabu (31/10).

Genangan air terjadi di Jalan Prof Sri Soedewi, jalur dua Parit Gompong menuju kota Kuala Tungkal. Badan jalan menurun, dan drainanse tidak berjalan. (31/10/2018).
Genangan air terjadi di Jalan Prof Sri Soedewi, jalur dua Parit Gompong menuju kota Kuala Tungkal. Badan jalan menurun, dan drainanse tidak berjalan. (31/10/2018). (tribunjambi/darwin sijabat)

Sementara itu untuk Kecamatan Merlung sekitarnya, Kosasih sebut telah ada kemajuan dan perkembangan. Sebab tidak adanya laporan masyarakat terkait banjir.

Menurutnya, hal itu dikarenakan telah dilakukannya normalisasi sungai papalik sekitar belum lama ini. Sebab sebelumnya banyak laporan kebanjiran sebelum dilakukan normalisasi tersebut.

Kepada masyarakat yang berada dibeberapa titik rawan banjir tersebut, kepala BPBD itu berharap lebih waspada lagi. Sebab banjir bisa saja datang dengan tiba-tiba.

"Kalau tidak diwaspadai, datangnya serangannya mendadak itu akan menjadikan suatu malapetaka juga. Baik itu kerusakan barang, harta benda. Terkadang, maaf ngomong, sampai ke korban itu sendiri," ucapnya.

Selain itu dia meminta untuk semua pihak untuk sama-sama memiliki kesadaran dalam menjaga alam lingkungan sekitar, termasuk aliran drainase.

"Mari sama-sama kita bangun kesadaran untuk membangun lingkungan yang lebih bersih, tertib, aman dan lancar. Sehingga kita lebih enak menikmatinya. Apalagi situasi saat ini dari langit turun air (hujan), dari laut datang air," harapnya.

Setidaknya, menurut dia kita masyarakat turut andil dalam menyumbang petaka banjir apabila selokan tersumbat. Tidak ada salahnya sama-sama memelihara selokan tersebut agar air berjalan lancar. Sebab sifatnya mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Maka dengan demikian tidak akan ada tumpukan air.

Penulis: Darwin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved