Masuki Musim Hujan Siaga Karhutla di Batanghari Dicabut, Tanggung Jawab Pemadaman di Instansi Ini

Memasuki musim penghujan status siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Batanghari berakhir

Masuki Musim Hujan Siaga Karhutla di Batanghari Dicabut, Tanggung Jawab Pemadaman di Instansi Ini
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Pemadaman Karhutla di wilayah Kabupaten Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Memasuki musim penghujan status siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Batanghari berakhir. 

Status siaga darurat Karhutla berakhir 13 Oktober 2018, dengan Pencabutan status siaga ini penaganan kebakaran kembali dilakukan OPD. 

Saat ini penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dilakukan OPD terkait, tidak lagi melibatkan tim.

Jika sebelumnnya masih siaga darurat karhutlah ada beberapa tim terkait yang bergabung dalam melakukan penaganan dan pemadaman karhutlah tersebut.

" Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi, saat ini status siaga karhutla sudah dicabut. Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak lagi dilakukan oleh tim (terpadu). Pemadaman dilakukan oleh instansi terkait," Ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari Nazhar, melaluo Sekretarisnya Samral

Berdasarkan data terakhir, sejak Januari-Oktober 2018, terpantau 84 titik api yang tersebar di wilayah Kabupaten Batanghari dengan luasan area yang terbakar sekitar 478 hektare.

Baik milik masyarakat maupun lahan perkebunan swasta.

"Tiga kecamatan dengan luasan lahan yang terbakar, Marosebo Ulu, dan Bathin XXIV, Bajubang, dan Pelayang juga dominan. Rata-rata yang terbakar adalah area perkebunan masyarakat dan perusahaan," tambah Samral, Sekretaris BPBD Batanghari.

Selama siaga karhutla, tim terpadu terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Mangga Agni, sudah melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain itu, penyebab kebakaran juga banyak terjadi akibat kelalaian warga.

"Kita terus melakukan sosialisasi, namun ada saja oknum yang lalai baik dengan membakar lahan atau membuang puntung rokok. Bahkan, ada tokoh juga yang ikut juga sosialisasi," tandasnya.

Sebelumnnya, dalam beberapa pekan terakhir dibulan Oktober, dan bulan sebelumnnya. Kebakaran hutan dan lahan mengalami peningkatan, musibah kebakaran terus terjadi baik pada lahan maupun perkebunan.

" Alhamdulillah pada beberapa pekan terakhir curah hujan mulai tinggi, dan cuaca sejuk mulai terasa sehingga szatus siagapun dicabut," Pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved