Banyak Dana Desa di Kerinci Dipersoalkan Masyarakat

Penggunaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa kabupaten Kerinci, cukup banyak dipersoalkan. Hal ini dibuktikan

Banyak Dana Desa di Kerinci Dipersoalkan Masyarakat
Tribunnews.com
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Penggunaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa kabupaten Kerinci, cukup banyak dipersoalkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke Inspektorat kabupaten Kerinci.

Dari data yang diperoleh dari Inspektorat kabupaten Kerinci, pada 2018 ini sedikitnya ada 10 desa laporan masyarakat yang masuk terkait penggunaan dana desa yang dinilai bermasalah.

"Kalau diwilayah Kecamatan Depati Tujuh ada beberapa desa yang belum mencairkan dana desa seperti di Kecamatan Depati Tujuh desa Koto Lanang dan Tambak Tinggi, sedangkan Ladeh dana sudah cair tapi belum bisa digunakan," ungkap salah seorang Auditor yang minta namanya dirasiakan.

Dia menyebutkan, bahwa laporan permasalahan Dana Desa kebanyakan di kecamatan Depati Tujuh.

"Depati Tujuh yang banyak masalah, untuk desa yang masuk laporan kita sudah turun," jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat kabupaten Kerinci, Zainal dikonfirmasi, Kamis (25/10) membenarkan ada beberapa laporan yang masuk ke Inspektorat kabupaten Kerinci terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa tahun 2017.

"Ya, ada sekitar 10 desa lah, cuma angka pastinya dak ingat aku, itu laporan masuk tahun 2018, tapi laporannya Dana Desa Tahun 2017 lalu," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk masyarakat yang memasukan laporan terhadap dugaan penyimpangan penggunaan dana desa ke Inspektorat, beberapa desa tim telah turun ke desa untuk mengecek dan memeriksanya.

"Ada yang sudah selesai turun kemudian ada yang sedang proses auditnya. Tapi hasilnya belum bisa kita publikasikan," ujarnya.

Menurutnya, untuk melakukan audit pihaknya hanya sabatas memeriksa penggunaan anggaran dan pengerjaan sedangkan untuk mengecek kualitas fisiknya pihaknya tidak memiliki alat.

"Kita cek Kuantitas dan Kualitasnya, kalau untuk kegiatan fisiknya kita tidak bisa memeriksa kualitasnya karena tidak memiliki alatnya," pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved