Anggota Forum KUD Muarosebo Ilir Datangi Perusahaan, Mengeluhkan Pembatasan Kuota TBS

"Buah petani yang dikurangi tadi mau dilemparkan ke mana. Ini kan tidak dijual ke situ kan. Kalo seperti ini, kami ..."

Anggota Forum KUD Muarosebo Ilir Datangi Perusahaan, Mengeluhkan Pembatasan Kuota TBS
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Sekira 200 orang yang tergabung dalam Forum KUD se-Kecamatan Muarosebo Ilir, Kabupaten Batanghari, mendatangi perusahaan. Mereka menanyakan perihal pembelian tandan buah sawir atau TBS kelapa sawit, yang dinilai merugikan petani, Selasa (23/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sekira 200 orang yang tergabung dalam Forum KUD se-Kecamatan Muarosebo Ilir, Kabupaten Batanghari, mendatangi perusahaan. Mereka menanyakan perihal pembelian tandan buah sawir atau TBS kelapa sawit, yang dinilai merugikan petani, Selasa (23/10).

Mereka merupakan petani sawit yang tergabung dalam koperasi desa.

Kedatangan mereka ke perusahaan, guna untuk mencari kejelasan terkait beberapa hal. Di antaranya pemotongan 20 persen dari penjualan TBS ke perusahaan. Itu sudah berlangsung sekira tiga bulan.

Pembatasan kuota tadi dinilai merugikan petani. Biasanya, berapapun buah plasma, itulah yang dimasukkan.

"Buah petani yang dikurangi tadi mau dilemparkan ke mana. Ini kan tidak dijual ke situ kan. Kalo seperti ini, kami petani sudah dirugikan oleh perusahaan. Tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya," kata Usman sekaligus koordinator lapangan yang juga satu di antara ketua KUD.

Dalam orasinya, Usman meminta kepada perusaahaan untuk menaatti peraturan yang sudah dibuat. Karena selama ini buah hasil panen kelapa sawit selalu di beli oleh pihak perusahaan. Akan tetapi beberapa bulan ini pihak perusahaan tidak mau menerima seluruh buah sawit hasil panen.

“Kami khususnya petani plasma merasa sangat dirugikan, biasanya berapa ada buah langsung diambil oleh pihak perusahaan, tapi sekarang buah 10 ton cuma diambil 7 ton,” Ujarnya.

Dia juga mengatakan alasan pihak perusahaan dengan melakukan pengurangan kuota tadi, berdasarkan analisa mereka (perusahaan) dan pengecekan buah di lapangan tidak masuk dengan jumlah buah yang sebanyak itu.

"Kalo alasan mereka bukan karena buah tidak bagus atau bagaimana karena buah kita bagus, tapi sesuai survei dan sensus mereka tidak mungkin buah plasma sebanyak itu," ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah berupaya untuk melakukan mediasi untuk membahas mengenai permasalah itu namun tidak digubris oleh pihak perusahaan. Baru pada hari ini warga sepakat melakukan aksi damai.

Dari aksi tersebut akhirnya didapatkan kesepakatan bersama, inti dari kesepakatan tersebut pihak perusahaan bersedia menambah taksasi atu kuota yang dikurangi tadi. Disertai dengan penanda tanganan MoU dan disaksikan pihak terkait, baik camat, polsek, kades dan anggota dewan.

"Intinya untuk bulan November perusahaan kembali menambah kuota bahkan melebihi, tidak ada lagi pengurangan dan sebagainnya," tuturnya.

Baca: Hasil Survei Litbang Kompas Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019, Ada Efek Ekor Jas

Baca: Intip Teknologi Sederhana Pembuat VCO, Gunakan Listrik dan Pengaduk Otomatis

Baca: Atiqah Hasiholan Diperiksa Polda Metro Jaya Pukul 21.00 WIB Malam Ini

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved