Sadis! Jurnalis Arab Saudi Dimutilasi Lalu Dilenyapkan dengan Menggunakan Cairan Asam

Tak hanya itu, mayat jurnalis Arab Saudi ini juga diduga dilenyapkan dengan menggunakan cairan asam.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
dw.com
Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh dengan cara dimutilasi di gedung Konsulat Arab Saudi di Turki 

TRIBUNJAMBI.COM - Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab Saudi dibunuh dengan cara dimutilasi.

Tak hanya itu, mayat jurnalis Arab Saudi ini juga diduga dilenyapkan dengan menggunakan cairan asam.

Sky News memberitakan bahwa sumber dari penyelidik Turki berujar, para pembunuh Jamal Khashoggi memasukkan potongan tubuhnya ke dalam lima belas kantung plastik.

Potongan tubuh itu lalu dihancurkan menggunakan cairan asam.

Pembunuhan dilakukan di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Dilansir dari Kompas.com, media Turki Yeni Safak memberitakan, terjadi percakapan antara Otaibi dan Khashoggi sebelum si jurnalis berhadapan dengan 15 orang terduga pelaku.

Baca: Mendarat dengan Sukses, Kopassus Terkejut Saat Tahu Tempat Tersebut Diisukan Dihuni Suku Kanibal

Baca: Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Taiwan Pukul 19.00 WIB

Baca: Menguak 5 Fakta dari Bangkrutnya Teh Celup Sariwangi, Sempat Lakukan Pinjaman Rp1 Triliun

Dari rekaman pembunuhan yang didapat, dilaporkan kontributor media Amerika Serikat (AS) The Washington Post itu diseret di sebuah ruangan.

Di sana, Khashoggi disiksa sehingga teriakannya didengar staf konsulat.

"Lakukan ini di luar. Kalian bisa membuatku terkena masalah," kata Otaibi dalam rekaman.

"Diam jika Anda masih ingin hidup ketika kembali ke Saudi," jawab salah satu pelaku kepada Otaibi.

Rekaman memperdengarkan Khashoggi sempat disiksa.

Setelah itu, dia disuntik cairan misterius agar tak berteriak, dan para pelaku mulai memutilasinya dalam keadaan hidup-hidup.

Baca: Warga Sripelayang, Sarolangun, Ditemukan Meninggal dengan Luka Gorok di Leher

Baca: Kris Hatta Laporkan 2 Presenter Ternama Ini ke KPI karena Katakan Hal Ini

Baca: 9 Pelaku Illegal Drilling Ditangkap Polisi di Desa Pompa Air, Ini Pembagian Tugas Mereka

Polisi telah mendatangi kediaman Otaibi pada Rabu (17/10) waktu setempat.

Puluhan petugas forensik turut serta menyebar dan mencari petunjuk bukti pembunuhan Khashoggi.

Sayang, Otaibi telah meninggalkan Turki sehari sebelumnya (16/10) setelah mendapat kabar bahwa kediamannya akan digeledah.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved