Sadis! Jurnalis Arab Saudi Dimutilasi Lalu Dilenyapkan dengan Menggunakan Cairan Asam
Tak hanya itu, mayat jurnalis Arab Saudi ini juga diduga dilenyapkan dengan menggunakan cairan asam.
TRIBUNJAMBI.COM - Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab Saudi dibunuh dengan cara dimutilasi.
Tak hanya itu, mayat jurnalis Arab Saudi ini juga diduga dilenyapkan dengan menggunakan cairan asam.
Sky News memberitakan bahwa sumber dari penyelidik Turki berujar, para pembunuh Jamal Khashoggi memasukkan potongan tubuhnya ke dalam lima belas kantung plastik.
Potongan tubuh itu lalu dihancurkan menggunakan cairan asam.
Pembunuhan dilakukan di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
Dilansir dari Kompas.com, media Turki Yeni Safak memberitakan, terjadi percakapan antara Otaibi dan Khashoggi sebelum si jurnalis berhadapan dengan 15 orang terduga pelaku.
Baca: Mendarat dengan Sukses, Kopassus Terkejut Saat Tahu Tempat Tersebut Diisukan Dihuni Suku Kanibal
Baca: Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Taiwan Pukul 19.00 WIB
Baca: Menguak 5 Fakta dari Bangkrutnya Teh Celup Sariwangi, Sempat Lakukan Pinjaman Rp1 Triliun
Dari rekaman pembunuhan yang didapat, dilaporkan kontributor media Amerika Serikat (AS) The Washington Post itu diseret di sebuah ruangan.
Di sana, Khashoggi disiksa sehingga teriakannya didengar staf konsulat.
"Lakukan ini di luar. Kalian bisa membuatku terkena masalah," kata Otaibi dalam rekaman.
"Diam jika Anda masih ingin hidup ketika kembali ke Saudi," jawab salah satu pelaku kepada Otaibi.
Rekaman memperdengarkan Khashoggi sempat disiksa.
Setelah itu, dia disuntik cairan misterius agar tak berteriak, dan para pelaku mulai memutilasinya dalam keadaan hidup-hidup.
Baca: Warga Sripelayang, Sarolangun, Ditemukan Meninggal dengan Luka Gorok di Leher
Baca: Kris Hatta Laporkan 2 Presenter Ternama Ini ke KPI karena Katakan Hal Ini
Baca: 9 Pelaku Illegal Drilling Ditangkap Polisi di Desa Pompa Air, Ini Pembagian Tugas Mereka
Polisi telah mendatangi kediaman Otaibi pada Rabu (17/10) waktu setempat.
Puluhan petugas forensik turut serta menyebar dan mencari petunjuk bukti pembunuhan Khashoggi.
Sayang, Otaibi telah meninggalkan Turki sehari sebelumnya (16/10) setelah mendapat kabar bahwa kediamannya akan digeledah.