Kasus Dana Hibah Bencal Naik ke Penyidikan,

Ditanya perkara apa saja yang sedang ditangani Kejari Sungaipenuh, Manto enggan menyebutkan perkara apa saja yang sedang diusut.

Kasus Dana Hibah Bencal Naik ke Penyidikan,
unodc.org
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh, saat ini sedang gencar-gencarnya mengusut kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.

Kasus yang sedang ditangani tersebut, ada yang masih tahap penyelidikan, dan ada pula yang sudah masuk tahap penyidikan. Beberapa orang tersangka juga telah ditetapkan dan ditahan.

Teranyar, Selasa (16/10) lalu, penyidik Kejari Sungaipenuh melakukan penahanan terhadap Elfian, mantan Kepala Desa Balai Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci. Elviana ditetapkan sebagai tersangka kasus penyelewengan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016.

Baca: Pemprov Jambi Matangkan Tour de Singkarak, Bakal Lewati Kerinci dan Sungaipenuh

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Romi Arizyanto, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Sudarmanto, mengiyakan saat ini ada sejumlah kasus yang sedang mereka usut.

"Ya, ada beberapa kasus dugaan korupsi yang kita tangani baik di Kabupaten Kerinci maupun di Kota Sungaipenuh. Saat ini masih dalam penyelidikan," sebut Manto.

Baca: Terdapat 6 Formasi Penerimaan CPNS 2018 di Kerinci dan Sungai Penuh Tanpa Pelamar

Ditanya perkara apa saja yang sedang ditangani Kejari Sungaipenuh, Manto enggan menyebutkan perkara apa saja yang sedang diusut.

"Yang jelas ada kasus yang sudah dinaikkan ke penyidikan, yakni Dana Desa dan Bencal Kerinci. Kasus yang lainnya belum bisa kita ekspos, karena masih dalam penyelidikan," jelasnya.

Terkait dengan kasus dana hibah bencana alam (Bencal) Kerinci tahun 2017, Manto mengatakan bahwa kasus tersebut sudah naik ke penyidikan.

Baca: Laporkan Korupsi, Masyarakat Bisa Dapat Rp 200 Juta, Ini Aturannya dalam PP No 43/2018

"Ya, beberapa hari yang lalu kasus ini sudah kita naikan dari penyelidikan ke penyidikan," tuturnya.

Manto menyebutkan, saat ini pihaknya masih memanggil sejumlah saksi-saksi, mengumpulkan data dan alat bukti untuk menetapkan tersangka dalam perkara ini.

"Setelah mengumpulkan alat bukti, jika dua alat bukti sudah cukup, maka kita akan segera tetapkan tersangka," sebutnya.

Baca: Bangun Daerah Perbatasan, Pemkab Tanjabtim Kerjasama dengan Pemkab Banyu Asin

Pasca naik ke penyidikan, pihaknya telah memanggil empat orang rekanan untuk dimintai keterangan.

"Sebelum naik ke penyidikan pihaknya telah memeriksa 18 orang saksi yakni sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Kerinci dan pihak rekanan yang terlibat dalam pengerjaan dana hibah Bencal Kerinci 2017 lalu," jelasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved