Angka Dispensasi Pernikahan Dini di Tanjabbar Meningkat, Ini Pesan Untuk Orangtua

Angka dispensasi kawin (pernikahan dini) pernikahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meningkat.

Angka Dispensasi Pernikahan Dini di Tanjabbar Meningkat, Ini Pesan Untuk Orangtua
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
M Hidayatullah, Hakim PA Tanjab Barat 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Angka dispensasi kawin (pernikahan dini) pernikahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meningkat.

Dispensasi kawin merupakan permohonan yang diajukan perempuan yang belum mencapai usia 16 tahun dan laki-laki belum mencapai 19 tahun.

Peningkatan tersebut berdasarkan data yang didapatkan tribunjambi.com dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca: Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Ambil Sumpah 35 Advokat KAI

“Sudah 40 perkara yang masuk hingga Oktober ini, yang sudah putus 35 dan sisanya lima,” kata M Hidayatullah, Hakim PA Tanjab Barat kepada tribunjambi.com Rabu (17/7).

Sementara untuk tahun 2017 jumlah perkara yang masuk dari bulan Januari hingga Desember sabanyak 33 perkara.

Disampaikan Hidayatullah, penyebab terjadinya sepasang sejoli untuk melangsungkan pernikahan dini disebabkan pergaulan bebas dan kemajuan teknologi.

Sebab saat ini hampir setiap anak muda memiliki telepon pintar yang memiliki akses kemana saja, termasuk media sosial.
disebutkannya anak yang dibawah umur rata-rata mereka sudah tidak sekolah.

Oleh Karena hal tersebut kegiatan si anak hanya di rumah saja, pada saat seperti itu lah terjadi pergaulan bebas si anak yang lengah terhadap pengawasan.

Baca: Dodi Sularso: Nyaleg Mana Mungkin Nggak Ada Cost

Baca: Puluhan Koperasi di Merangin Mati

“Atau malah sebaliknya juga bisa, karena faktor sekolah. Karena sudah hamil duluan maka akhirnya berhenti sekolah,” ungkapnya.

Dari 40 perkara yang ditangani tersebut lebih banyak disebabkan karena si perempuan hamil terlebih dahulu.

Kejadian seperti ini berbanding terbalik dengan zaman dahulu yang keinginan orang tua menikahkan anaknya karena faktor ekonomi.

Pada saat ini cenderung dengan kasus anak hamil terlebih dahulu seolah-olah anak yang memaksa orang tua menikahkan anaknya.

Hidayatullah berpesan dan berharap kepada orang tua agar menjaga anaknya, khususnya anak perempuanya. Sebab saat ini mengontrol pergaulan anak sangatlah sulit.

Baca: Kajari Batanghari Bingung Mau Lapor Kemana, Minta Koperindag Lakukan Sosialisasi

Baca: RSU Pratama Sungai Penuh Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

Baca: DPRD Muarojambi Lakukan PAW M Jamaah

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved