114 Unit Koperasi di Batanghari Masuk Daftar Rencana Pembubaran, Ini Daftarnya

Dia mengatakan usulan untuk pembubaran berdasarkan UU No 25/95 tentang Perkoperasian. Yang menjadi pedoman bidang koperasi ...

114 Unit Koperasi di Batanghari Masuk Daftar Rencana Pembubaran, Ini Daftarnya
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Jumlah koperasi di Kabupaten Batanghari mencapai 300 unit. Namun, 114 unit di antaranya masuk dalam daftar rencana pembubaran.

Data Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Pada 2017, jumlah koperasi 292 unit, sekarang menjadi 300 koperasi.

"Memang dari 300 koperasi tersebut ada beberapa yang mengalami permasalahan sehingga masuk dalam daftar pembubaran yang akan dilaporkan kepusat sebanyak 114 unit. Mulai dari permasalahan legalitas yang sebatas merek, kekurangan persyaratan SDM, hingga tidak beroperasi," kata Kasi kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari, Bambang Sutrisno, Selasa (17/10).

Dia mengatakan usulan untuk pembubaran berdasarkan UU No 25/95 tentang Perkoperasian. Yang menjadi pedoman bidang koperasi dalam menjalankan tugas dan pembinaan atau sebagainya.

Untuk pembubaran akan dilakukan secara bertahap, satu per satu, sesuai yang ada pada daftar rencana pembubaran. Dirinya menambahkan, dari 114 koperasi tersebut masih bisa dibatalkan dari pembubaran tergantung dari pengurus koperasi dan legalitas koperasi itu sendiri apakah mau dibenahi atau tidak.

Untuk koperasi yang masuk daftar sendiri hampir merata dan tersebar dibatanghari, terbanyak dikecamatan Muara bulian. Koperasi tersebut dari berbagai jenis dan kalangan banyak juga diantaranya dinas dinas dan juga koperasi dipenegak hukum (instansi vertikal).

"Intinya yang masuk daftar pengajuan pembubaran tersebut, mereka yang tidak memenuhi syarat lagi terutama dari jumlah keanggotaan yang tidak sesuai aturan hingga legalitas merea," tuturnya.

Selain itu, mereka harus aktif dan melengkapi persyaratan, mereka juga wajib menjalankan amanat UU tadi. Satu di antaranya melakukan rapat tahunan yang harus dilakukan bagi setiap lembaga operasi tadi.

Dalam melakukan rapat tahunan dan kewajiban lainnya masih banyak koperasi yang tidak mematuhi itu, selain koperasi kecil, OPD, maupun koperasi milik instansi penegak bukum. Di antaranya kejaksaan, lapas, dan PN, untuk OPD di antaranya badan keuangan. OPD bahkan ada dinas yang membubarkan diri seperti peternakan.

"Untuk kejari sendiri, banyak tidak aktif mengikuti rapat tahunan, terkait laporan pengurus keuangan dan sebagainya terkait koperasi mereka. Jika tidak ada kejelasan dinas koperasi anjurkan mereka untuk membubarkan diri," ujarnya.

Baca: Iseng-iseng Akhirnya Kepincut, Aditya Pernah Jadi Bagian SEA Games 2011

Baca: Mirip UFO, Benda Misterius Ini Gegerkan Warga Amerika, Saat Disentuh Lembut Seperti Busa

Baca: Live Streaming Denmark Open 2018, Marcus - Kevin Main, Mulai Pukul 14.00 WIB

Baca: 8 Artis Cantik 40 Tahun ke Atas yang Berpenampilan Segar, Pernah Ada yang Kena Skandal

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved