Dr Ikhsan Sampai Saat Ini Tidak Tahu Penyebab Meninggalnya Anak Heri

Bahkan terhadap penyebab meninggalnya bayi tersebut, dikatakan oleh Dr Ikhsan sampai saat ini belum tahu.

Dr Ikhsan Sampai Saat Ini Tidak Tahu Penyebab Meninggalnya Anak Heri
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Dr Ikhsan hingga saat ini tidak tahu penyebab meninggalnya anak Heri 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dokter Spesialis Kandungan yang menanggani Istri Heri mengatakan bahwa kejadian meninggalnya anak yang masih dalam kandungan isteri Heri merupakan kasus yang jarang terjadi. Bahkan terhadap penyebab meninggalnya bayi tersebut, dikatakan oleh Dr Ikhsan sampai saat ini belum tahu.

"Kasus ini jarang, bahkan ini 1001 dan penyebabnya ampai saat ini tidak tahu, kemungkinan ada pnyakit jantung pada bayi, namun penyebab pastinya saya tidak tahu," ujarnya, saat klarifikasi di ruang rapat RSUD Ahmad Ripin, Senin (15/10).

Baca: Bayi Meninggal Akibat Dokter Diduga Lalai, RSUD Ahmad Ripin Janji Jelaskan Saat Jumpa Pers

Hal ini berkaitan dengan hasil pemeriksaan awal yang menyatakan bahwa terhadap hasil pemeriksaan, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal, yang kemudian tiba-tiba menjadi menurun. Berdasarkan yang dipaparkan oleh Dirut RSUD Ahmad Ripin, Dr Ilham, bahwa pemeriksaan awal yaitu Pada pukul 12. 45 wib diperiksa denyut jantung bayi 149x permenit.

"Pemeriksaan itu menunjukan normal, kemudian pada pukul 13.30 wib turun menjadin148x permenit, itu masih normal. Kemudian pada pukul 14.00 wib dilakukan pemeriksaan lagi dan itu menjadi 146x permenit, itu juga masih normal," ujarnya.

Baca: Pasien RSUD Ahmad Ripin Meradang, Istri Sudah Pendarahan Dokter Tak di Tempat, Bayi Tak Selamat

"Kemudian 14.40 selang waktu 40 menit di periksa lagi itu langsung turun menjadi 82x permenit, selang 20 menit lagi diperiksa itu turun menjadi 77x permenit,"sambungnya

Selain itu, saat ditanya apakah ada dilakukan Injeksi, Dr Ikhsan katakan bahwa pihaknya ada melakukan Injeksi, dan Injeksi tersebut dilakukan oleh Perawat.

"Yang Injeksi adalah perawat itu atas izin dari dokter," ucapanya.

Baca: Ini Klarifikasi Pihak RSUD Ahmad Ripin Atas Dugaan Kelalaian

Saat ditanya apakah penyebab kematian bayi karena adanya pendarahan yang dialami oleh sang ibu, Dr Ikhsan katakan bahwa itu tidak. Terhadap pendarahan, Ia juga mengatakan bahwa hasil pemeriksaan pendarahan yang dialami oleh pasien masih normal.

"Pendarahan yang dialami itu juga masih normal, apalagi riwayat dari pasien yang juga saat melahirkan anak pertama dan kedua juga ada flek pendarahan. Pada saat di RS Mattaher juga pasien juga tidak ada tranfusi darah, itu juga menunjukkan bahwa pasien tidak kekurangan darah jika dibilang ada pendarahan hebat," sebutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, dengan pemeriksaan bisa melahirkan normal, apalagi ini merupakan kelahiran ketiga, Dr Ikhsan katakan proses persalinan lebih cepat, bahkan tidak sampai sembilan jam sudah bukaan normal.

Baca: Heboh Video Penangkapan Pelaku Diduga Penculikan Anak di Kerinci

"Persalinan normal sesuai SOP itu bidan, bidan konsultasi dengan dokter. Semua tindakan kita dari masuk hingga rujukan kita tercatat di Rekam Medik, kronologi ini di buat tanpa di karang-kurangi, saya tidak menambah dan mengurangi," tegasnya.

Selain itu, terkait dengan kenapa proses operasi harus dirujuk ke Rumah Sakit lain dalam hal ini RSUD Raden Mattaher, Dr Ikhsan katakan bahwa butuh waktu panjang untuk melakukan operasi di RSUD Ahamad Ripin.

Baca: Dapat ,Mobil Ayla, Ini Pemenang Kegiatan Sabak Bhayangkara Adventure Offroad #2 Tanjabtim 2018

"Pada saat itu, indikasinya terjadi drop. Untuk melakukan operasi disini itu butuh waktu yang panjang. Operasi kandungan itu sesuai SOP harus ada tiga dokter, operasi kandungan itu tim. Kita dokter semuanya stanby di Jambi, kalo kita telpon belum tentu semuanya stanby, apalagi ini sudah sore kejadiannya. Selain itu, kita ungkap saja bahwa fasilitas kita kurang, kita ada alat tapi dalam kondisi kurang baik," jelasnya.

"Analisa kita memang lebih cepat di rujuk ke RSUD Raden Mattaher," sambungnya.(*)
 

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved