Dengan Sistem Online, Perusahan Harus Lampirkan Data Lengkap

Dengan program pusat, tersebut harapannya dapat meminimalisir tindakan negatif ataupunnmecurangan lainnya,

Dengan Sistem Online, Perusahan Harus Lampirkan Data Lengkap
tribunjambi/abdullah usman
Agus Rizal, Kabid Hubungan Industrial dan Lembaga Ketenaga Kerjaan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Menjalankan program pemerintah pusat, dinas nakertrans Batanghari pada Oktober ini sudah menerima laporan setiap perusahan melalui sistem online.

Setiap perusahan kecil ataupun perusahaan besar di Kabupaten batanghari wajib melaporkan baik data pekerja karyawan maupun legalitas perusahaan mereka ke dinas tenaga kerja dan transmigrasi Batanghari. Hal tersebut telah diatur di dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tetang tenaga kerja dan juga diperkuat dengan peraturan daerah.

Dengan program pusat, tersebut harapannya dapat meminimalisir tindakan negatif ataupunnmecurangan lainnya, mengingat perusahaan harus nenyampaikan data akurat dalam setiap pelaporannya tidak seperti sebelumnya.

Baca: Menguak 5 Fakta Model Cantik yang Terjun ke Jurang dengan Mobil Mewah Bersama Suami orang

Baca: Menguak 5 Fakta Model Cantik yang Terjun ke Jurang dengan Mobil Mewah Bersama Suami orang

"Dengan sistem online ini laporan perusahaan harus lebih ditail lagi, termasuk siup, situ dan dokumen lainnya termasuk status dan upah karyawan. Jika itu tidak lengkap saat ingin melaporkan secara online maka laporan mereka akan ditolak oleh aistem (aplikasi)," Jelas Kabid Hubungan Industrial dan Lembaga Ketenaga Kerjaan Agus Rizal

Lebih lanjut dikatakannya pula, jika perusahaan tidak mau melengkapi dan tidak mau melaporkan perisahaan mereka kekita, tentu akan ada sanksinya. Diantaranya sanksi administrasi dan bahkan hingga sanksi tindak pidana ringan.

Baca: Lestarikan Seni Budaya Daerah, Pemkab Tanjabtim Gelar Festival Seni Budaya Tingkat SLTP dan SMA

Dikatakannya pula, Seharusnya sistem online tersebut sudah dapat dilakukan pada oktober 2017 lalu setiap perusahaan sudah wajib melakuakan pelaporan secara online. Namun karena harus ada penyesuaian dan sosialisasi akhirnya pada 2018 baru bisa berjalan.

" Tercatat dari bulan kemarin dimulai sudah sekitar 50 persen atau sudah 35 perusahaan melakukan pendaftaran secara online. Meski ada juga beberapa perusahaan yang datang kekantor untuk belajar dan kita juga menggunakan siste jemput bola," Jelasnya kepada tribunjambi.com

Baca: Live Streaming RCTI Timnas Indonesia Vs Hongkong Hari Ini kick off selasa pukul 18.00 WIB

Menurutnya untuk dibatanghari sendiri, jumlah perusahan secara keseluruhan yang terdata kecil ataupun perusahaan besar dibawah 100san, mulai dari Pt, sawit, Karet, Pertambangan hingga perusahaan pertokoan termasuk minimarket, dan perhotelan (penginapan).

Meski demikian dirinya tidak memungkiri, jika dibatanghari masih banyak perusahaan yamg enggan melakukan pelaporan yang menjadi kewajiban mereka, terlebih pada saat masih menggunakan sistem manual seperti sebelumnnya. Dengan sistem baru ini harapannya perusahaan dapat sadar dan mengubah pola pikir mereka. (*).

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved