Jambi Belum Bisa Pakai Sungai Untuk Jalur Batu Bara

Permasalahan jalur khusu batu bara untuk provinsi jambi belum kunjung mendapatkan titik terang.

Jambi Belum Bisa Pakai Sungai Untuk Jalur Batu Bara
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Tumpukan truk batubara. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Permasalahan jalur khusu batu bara untuk provinsi jambi belum kunjung mendapatkan titik terang. Pasalnya, Jalur alternatif yang akan letakan di Kabupaten Batanghari, masih belum menemukan titik terang.

Jalan darat yang nantinya akan melewati jalan kabupaten, dari Sridadi tembus ke kawasan Kantor DPR Batanghari, lalu ke Tempino. Hanya saja, Bupati Batanghari sudah melarang, karena aktifitas masyarakat di kawasan sana yang ramai.

Untuk jalur sungai, pemerintah masih belum mendapatkan laporan, "tetapi kajiannya dulu waktu bersama dengan mentri perhubungan, tidak bisa, karena sendimentasi sungai kita berbeda dengan Kalimantan," jelasnya.

Baca: Mahasiswa Paksa Supir Bawa Truk Batubara ke Rumah Dinas Gubernur Jambi

Menurut irjen kemarin, lanjutnya, jikalau Jambi ingin memberlakukan jalur sungai itu sama dengan buang uang,

"karena dulu pernah kita coba keruk di pelabuhan Muaro Sabak sampai muara Sungai yang di laut, ternyata setelah dua tahun, kembali lagi memgendap lumpurnya," jelasnya.

Sekda juga mengatakan bahwa Ini adalah pihak swasta yang mempunyai pekerjaan, "kalau swasta yang berbuat, pemerintah tidak bisa campur tangan secara dalam, karena mereka mempunyai keuntungan, kita tidak bisa mengeluarkan APBN Atau APBD," jelasnya.

Sementara itu, Kadis ESDM Harry Andria mengatakan untuk keuntungan batu bara akan di setor ke rekening negara, kemudian baru akan di distribusikan ke daerah masing masing, sedangkan perusahaan batu bara yang terdaftar di ESDM berjumlah 159 perusahaa yang mempunyai izin, dan yang beroperasi sekitar 30an, " sisanya itu mereka izinnya masih hidup, tetapi tidak beropreasi, mereka tetap membayar kewajibannya seperti contoh sewa lahan," jelasnya.

Baca: Soal IUP Batubara, Dua Pejabat Sarolangun Diperiksa Kejagung

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Wing Gunaryadi mengatakan, satu-satunya alternatif memang harus melewati jalur sungai.

"Tetapi itu harus mempunyai kajian yang lebih dalam untuk melakukan jalur tersebut," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved