Ini Klarifikasi Pihak RSUD Ahmad Ripin Atas Dugaan Kelalaian

"Rumah sakit dan dokter sudah melakukan sesuai dengan SOP, tidak ada kelalaian yang dilakukan apalagi penelantaran,"ujarnya

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muarojambi, mengklrifikasi terhadap dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian yang sebelumnya disampaikan oleh salah satu pasien, yaitu Heri Andira, warga RT 7 Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi.

Rapat ini dihadiri oleh Dirut RSUD Ahmad Ripin, Dr Ilham, Dr Ikhsan, dokter dan beberapa staff lainnya. Selain itu, turut hadir Heri dan juga istrinya.

Atas kejadian beberapa waktu lalu yang mana anak dari Heri meninggal dalam kandungan, yang diduga keluarga ada kelalaian dari dokter RSUD Ahmad Ripin, dikatakan Dr Ilham bahwa tindakan Rumah Sakit dan dokter sudah sesuai dengan SOP.

Baca: Hotspot Muncul di Wilayah Jambi Direktur Eksekutif Perkumpulan Hijau Sebut Ini Kelalaian Pengawasan

"Rumah sakit dan dokter sudah melakukan sesuai dengan SOP, tidak ada kelalaian yang dilakukan apalagi penelantaran,"ujarnya

Terkait dengan komplain bahwa istri dari Heri tidak dilayani selama kurang lebih tujuh jam. Dr Ilham katakan bahwa pihak sudah melakukan penangganan terhadap istri Heri mulai dari masuk Rumah Sakit hingga di rujuk.

"Pasien masuk IGD itu pukul 11.45 kemudian dilakukan anamnesa oleh dokter jaga IGD dan disimpulkan bahwa pasien sudah benar mau melahirkan. Semuanya normal dan pasien bisa melahirkan dengan normal,"ujarnya.

Baca: Pasien RSUD Ahmad Ripin Meradang, Istri Sudah Pendarahan Dokter Tak di Tempat, Bayi Tak Selamat

Lebih lanjut Ia menceritakan hingga pada pukul 12.30 wib, dokter IGD konsul dengan dokter spesialis kandungan yang mana pada saat itu sudah mau pulang, kemudian di kejar oleh bidan dan pasien dibawa ke ruang poli kebidanan.

"Pada pukul 12. 45 wib diperiksa denyut jantung bayi 149x permenit, kemudian pada pukul 13.30 wib turun menjadin148x permenit, hingga satu jam kemudin turun, dan pada jam 15.00 denyut jantung menjadi 77x permenit," jelasnya.

Baca: Sidang Perdana Kasus Pipanisasi Tanjabbar, Jaksa Bacakan Dakwaan, Terdakwa Ajukan Eksepsi

Setelah itu, pada pukul 15.10 wib lapor ke dokter spesialis kandungan tentang menurunnya denyut jantung yang kemudian di intruksikan untuk dipasang oksigen dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher.

"Proses rujukan kita tidak bisa langsung bawa pasien ke rumah sakit tujuan, itu ada prosedurnya, sesuai sop kita konfirmasi dulu ke RSUD Raden Mattaher, dan itu butuh waktu yang cukup lama. Pada jam 16.20 wib pasien di bawa ke RSUD Raden Mattaher," paparnya.

Terkait dengan komplain yang disampaikan oleh pihak pasien mengenai kenapa tidak di rujuk pada saat masuk IGD, Dr Ilham katakan bahwa pada saat itu keadaan pasien normal.

Baca: Jambi Belum Bisa Pakai Sungai Untuk Jalur Batu Bara

"Karena pada saat masuk RS dan dilakukan pemeriksaan keadaan pasien , ibu dan bayi dalam keadaan normal dan tidak ada indikasi untuk di rujuk," terangnya

Caption saat rapat di Ruang Rapat RSUD Ahmad Ripin, yang pakai Peci Dirut, Dr Ilham.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved