Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Tugas Menjaga Alam Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Tugas Menjaga Bentang Alam Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Tugas Menjaga Alam Menjadi Tanggung Jawab Bersama
TRIBUNJAMBI/BANDOT ARYWONO
Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Menjaga Bentang Alam Melalui gerakan budaya, yang dilangaungkan di Kantor Tribun Jambi, Minggu (13/10/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM - Semangat melibatkan seluruh masyarakat untuk konservasi lingkungan digaungkan oleh para pegiat seni dan aktivis lingkungan dalam diskusi seni dan lingkungan.

Diskusi Seni dan Lingkungan dengan tema "Menjaga Bentang Alam Melalui Gerakan Budaya" dilangsungkan di Kantor Harian Tribun Jambi. Minggu (14/10/2018).

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan ini yakni Taufik Wijaya (Mongabay Indonesia), Yoan Dinata (Aktivis Lingkungan), Didin Siroz (Teater Tonggak) dan dimoderatori oleh Deddy Rachmawan Manajer Produksi Tribun Jambi.

Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Menjaga Bentang Alam Melalui gerakan budaya, yang dilangaungkan di Kantor Tribun Jambi, Minggu (13/10/2018)
Diskusi Seni dan Lingkungan di Tribun Jambi, Menjaga Bentang Alam Melalui gerakan budaya, yang dilangaungkan di Kantor Tribun Jambi, Minggu (13/10/2018) (TRIBUNJAMBI/BANDOT ARYWONO)

Taufik Wijaya mengatakan konservasi lingkungan menjaga bentang alam menjadi tugas bersama seluruh masyarakat termasuk juga pekerja seni. Saat ini menurut Taufik kondisi bentang alam sangat mengkhawatirkan, tanaman monokultur atau hanya satu jenis yang dipicu oleh revolusi Industri sebagai pemicu kerusakan alam.

Punahnya harimau Jawa dan Bali menurutnya satu diantara pemicunya adalah kerusakan bentang alam karena monokultur tanam paksa yang dilakukan pada saat kolonialisme Belanda.

Padahal menurut Taufik budaya Indonesia pada zaman dahulu sangat arif menjaga keseimbangan alam. Di Jambi sendiri satu diantara penyebab rusaknya bentang alam juga dipicu monokultur masifnya penanaman sawit. Satu diantara yang kentara yakni rusaknya Daerah Aliran Sungai Batanghari. "Menjaga kerusakan Sungai Batanghari bukan hanya tugas aktivis lingkungan, tapi tugas dari seluruh masyarakat," katanya.

Diakusi Seni dan Lingkungan Menjaga Bentang Alam Melalui Gerakan Budaya merupakan rangkaian kegiata pentas keliling Rawa Gambut Teater Potlot di Jambi.

Penulis dan sutradara naskah "Rawa Gambut Teater Potlot", Conie Sema, menuturkan karya itu lahir dari hasil mengumpukan banyak teks di kawasan gambut Pesisir Pantai Timur Sumatera, tepatnya di beberapa titik kawasan yang mengalami konflik lingkungan dan budaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ada kajian ilmiah menyangkut degradasi lahan gambut, kebakaran, serta berbagai opsi lansekap berkelanjutan di kawasan tersebut.

Menariknya, pementasan Conie juga menyusun peta-peta kecil peninggalan sejarah dan jejak penandaan Sriwijaya, melalui artefak dan situs yang berhamburan di sekitar lokasi perkebunan sawit dan HTI akasia.

"Kami juga mengamati kebijakan pemerintah usai kebakaran besar lahan gambut tahun 2015 lalu. Memantau langkah-langkah pemerintah melalui program restorasi gambut yang dikerjakan BRG (Badan Restorasi Gambut), sebuah badan bertanggungjawab langsung kepada Presiden Joko Widodo," tuturnya dalam rilis yang diterima tribunjambi.com.

Apa kepentingan Teater Potlot, sebagai kelompok yang bergerak di seni budaya terhadap restorasi gambut tersebut?

Tentu saja berkaitan kepentingan budaya dan ekologi. Fokusnya pada pengelolaan bentang alam. Realitas pengelolaan sumberdaya alam dari konversi hutan dan lahan gambut saat ini, cenderung berpihak kepada investasi dan keuntungan ekonomi semata.

Gerakan budaya dalam memantau pengelolaan bentang alam di negeri ini, setidaknya sebagai simbol mengaktualisasikan spirit ekologi dari Prasasti Talang Tuwo yang ditulis Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang, pada 684 Masehi, saat mendirikan Taman Sriksetra.

Penasaran dengan pementasan ini? Saksikan di Taman Budaya Jambi, Sabtu (13/10/2018) pukul 19.30 WIB.

Penulis: yogi
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved