Pementasan Teater

Rawa Gambut; Suara Keprihatinan Teater Potlot pada Kondisi Hutan dan Lahan Gambut

"Tubuhku bukanlah masa lalu. Tak ada kecemasan waktu. Kehidupan demi kehidupan. Kematian demi kematian. Yang datang dan pergi.

Rawa Gambut; Suara Keprihatinan Teater Potlot pada Kondisi Hutan dan Lahan Gambut
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Tubuhku bukanlah masa lalu. Tak ada kecemasan waktu. Kehidupan demi kehidupan. Kematian demi kematian. Yang datang dan pergi. Bumi bukan hanya hari ini."

Kalimat-kalimat itu terdengar, sebagai pembuka pergelaran pertunjukan Rawa Gambut di Taman Budaya Jambi, Sabtu (13/10/18). Pertunjukan itu dipersembahkan Teater Potlot, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi hutan dan lahan gambut yang semakin memprihatinkan.

Baca: Peserta Fashion Show Tampil Menawan dengan Batik Jambi

Sebanyak 16 pemain teater tampil apik dalam naskah yang disutradarai Conie Sema itu.

Suara gemericik air terdengar sayup-sayup melatari teater ini. Dilataribelakangi keprihatinan terhadap kondisi hutan dan lahan gambut, teater yang lahir sejak 15 Juli 1985 ini menceritakan tentang tentang semakin berkurangnya jumlah hutan dan lahan gambut.

Pembangunan terus-menerus tanpa memperhatikan kerusakan lingkungan, menjadi satu di antara sasaran dalam teater ini. Pertumbuhan gambut yang lamban dan kerusakannya yang semakin sulit ditanggulangi, seolah menjadi keresahan yang tiada akhir.

"Itulah kenyataannya, dan memang sangat menyakitkan," dialog itu terdengar, dilantangkan para pemain teater dalam satu potongan skene.

Baca: 4.600 Atlet akan Bersaing di Ajang Porprov

Baca: Atuk Kulup: Waspada! Gempa Bumi, Gunung Api, Tsunami dan Gerakan Tanah di Indonesia. Pantau di Sini

Mengambil fokus perhatian pada hutan dan lahan gambut di sekitaran Sumatra, teater ini mampu menggambarkan kondisi gambut di beberapa wilayah bibir perairan.

Kata-kata lirih terdengar. Kalimat-kalimat yang dilafalkan, seolah menggambarkan betapa memprihatinkannya keadaan gambut saat ini.

"Wahai kalian, orang-orang di Rawa Gambut, dengarlah. Inilah kekalahan itu. Dunia harus tahu! Dunia harus tahu!" teriakan itu terdengar di sela-sela pertunjukan.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help