Rencana Terselubung Soeharto 'Memborbardir Habis-habisan Malaysia & Peran LB Moerdani'

Soeharto melakukan operasi itu tanpa izin dan perintah dari Bung Karno selaku panglima tertinggi (Pangti) ABRI.

Rencana Terselubung Soeharto 'Memborbardir Habis-habisan Malaysia & Peran LB Moerdani'
Soeharto dan LB Moerdani 

TRIBUNJAMBI.COM - 'Gerakan cepat' langsug dilakukan Soeharto, menyusul kegentingan situasi negara pasca meletusnya peristiwa berdarah penculikan jenderal 'G30 S/PKI'.

GESTAPU yang dengan cepat berhasil ditumpas Pangkostrad Mayjen Soeharto sebenarnya merupakan inisiatif yang melanggar disiplin hierarki militer.

Soeharto melakukan operasi itu tanpa izin dan perintah dari Bung Karno selaku panglima tertinggi (Pangti) ABRI.

Tapi inisiatif Soeharto dianggap sebagai langkah tepat karena disebut sukses menghindarkan negara dari komunisme meskipun dalam penanganan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat PKI menjadi tidak terkendali.

Penanganan anggota PKI seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum, tanpa melibatkan ormas-ormas sipil. Bagaimanapun juga, mereka sebenarnya tidak memiliki wewenang untuk “mengadili” warga yang diduga terlibat Gestapu.

Inisiatif Soeharto untuk bertindak tegas dengan cara “mengabaikan” Bung Karno ternyata tidak hanya dilakukan saat G30S meletus tapi juga ketika menangani konflik Indonesia-Malaysia dalam Operasi Dwikora.

Pada pertengahan tahun 1964 konfrontasi Indonesia-Malaysia makin memuncak apalagi setelah pasukan TNI AU menerjukan sekitar 100 pasukan ke wilayah Labis dan Johor nyaris menyulut aksi balasan besar-besaran yang akan dilancarkan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris ke wilayah Indonesia, khususnya Jakarta.

Jika pesawat-pesawat tempur RAF yang berpangkalan di Singapura sampai menyerang Jakarta, konflik Indonesia-Malaysia pasti berubah menjadi kondisi yang sangat merugikan Indonesia.

Baca: Kagama Pengda Jambi Lantik Pengurus Akhir Oktober 2018, Ganjar Pranowo Bakal Terbang ke Jambi

Baca: Bukan Hanya Artis, Lihat Aksi #FallingStarsChallenge Pegawai Wanita Cantik Dishub Solo Ini

Demi mengatasi hal terburuk itu, Mayor Benny Moerdani yang sedang bertempur di Kalimantan Utara pun dipanggil pulang ke Jakarta pada Agustus 1964.

Untuk pulang ke Jakarta dari pedalaman Kalimantan bukan hal yang mudah bagi Benny.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved