Ketika Soekarno Membawa 'Lari' Bendera Pusaka Saat Soeharto Dilantik Jadi Presiden Kedua RI

Saat pertama kali Soeharto diangkat jadi presiden RI, istana negara sempat dibuat gempar karena bendera pusaka disembunyikan oleh Soekarno

Ketika Soekarno Membawa 'Lari' Bendera Pusaka Saat Soeharto Dilantik Jadi Presiden Kedua RI
dok
Pengibaran bendera pusaka saat proklamasi 17 Agustus 1945. 

Delegasi yang dibentuk oleh Istana akhirnya menemui Soekarno di Istana Bogor.

Soekarno awalnya ragu saat ditanya keberadaan Bendera Pusaka.

Namun, Soekarno menyadari bahwa Bendera Pusaka yang dijahit oleh Fatmawati itu bukan lah milik pribadi, namun sudah menjadi milik bangsa Indonesia.

Soekarno lantas meminta delegasi untuk kembali menemuinya pada 16 Agustus 1967. Permintaan itu pun iyakan oleh delegasi.

Baca: LB Moerdani, Pengawal Soeharto yang Berani Marahi Tentara Belanda Saat Kunjungan Antar Negara

Baca: Pelantikan Kagama Pengda Jambi, Ganjar Pranowo Akan Terbang ke Jambi

Baca: Tarif Endorse Instagram 5 Selebritas Kelas Atas Indonesia, Jessica Iskandar Paling Murah

Namun saat kembali menemui Soekarno pada 16 Agustus 1967, delegasi justru diajak Soekarno kembali ke Jakarta dan mendatangi Monumen Nasional (Monas).

"Ternyata Bung Karno menyimpan Bendera Pustaka di sebuah ruangan bawah tanah di kaki Monumen Nasional," tulis Bondan.

Setelah Bendera Pusaka diserahkan ke Istana, Presiden Soeharto tak langsung percaya bendera tersebut merupakan Bendera Pusaka.

Soeharto lantas memanggil mantan ajudan Presiden Soekarno Husain Mutahar untuk mengecek keaslian bendera tersebut.

Husain Mutahar adalah ajudan Presiden Soekarno yang mengamankan Bendera Pusaka saat Bung Karno dan Bung Hatta ditawan Belanda pada Agresi Militer Belanda ke dua.

Saat itu, Mutahar diperintah oleh Soekarno menjaga Bendera Pusaka.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved