Sejarah Awal Warkop DKI sejak 1970-an, Pertemuan Indro dengan Dono, Kasino, Rudy dan Nanu

Indro merupakan anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.

Sejarah Awal Warkop DKI sejak 1970-an, Pertemuan Indro dengan Dono, Kasino, Rudy dan Nanu
Warkop DKI. (instagram) 

Warkop pertama kali muncul di pesta perpisahan (sekarang prom nite) SMA IX Jakarta yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses.

07052018_indro warkop dki
07052018_indro warkop dki ()

Namun peristiwa pada ahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp 20.000. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali. Namun, akhirnya habis untuk mentraktir makan teman-teman mereka.

Komat-kamit panas-dingin

Berikutnya, mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tetapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia.

Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP, yang bertetangga dengan Warkop.

Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat Rp 250.000.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan plesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota).

Indro Warkop berpose dengan penghargaan yang diterima dalam acara Indonesian Box Office Movie Award 2017, di Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/3/2017).
Indro Warkop berpose dengan penghargaan yang diterima dalam acara Indonesian Box Office Movie Award 2017, di Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/3/2017). (Kompas.com/Ira Gita)

Pengambilan nama DKI karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Demikian sekelumit sejarah dari Warkop DKI.

TRIBUN JAMBI DI INSTAGRAM:

Baca: Jejak Karier Amien Rais, dari Masa Muda di Solo, Kuliah di AS Hingga Penembakan di Yogyakarta

Baca: Nasib Jenderal yang Pernah Nyalip Soeharto, Hidup di Penjara Puluhan Tahun

Baca: Isi Chat di Grup Gay Bikin Rini Jijik, Percakapan Hubungan Badan antar Laki-laki Bocor

Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help