Percobaan Penculikan

Dua Bocah SD di Tanjabtim Jadi Korban Percobaan Penculikan, Begini Ceritanya

Dua orang bocah SD di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diduga menjadi korban pencobaan tindak kejahatan penculikan anak.

Dua Bocah SD di Tanjabtim Jadi Korban Percobaan Penculikan, Begini Ceritanya
youtube/National Geographic
Ilustrasi penculikan 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Dua orang bocah SD di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diduga menjadi korban pencobaan tindak kejahatan penculikan anak. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/10) lalu, di Pasar Blok D Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Tanjabtim.

Kapolsek Geragai, Iptu Lumbrian Hayudi Putra, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com membenarkan hal tersebut.

"Iya benar mas, ada pengaduan dari warga, anak tersebut belum sempat terjadi penculikan tapi hanya diduga percobaan tindak penculikan," kata Kapolsek, Rabu (10/10).

Baca: Training Kepemimpinan dan HAM di Tanjabbar Hadirkan Rocky Gerung

Dijelaskan Lumbrian, kronologi peristiwa itu terjadi pada hari Minggu saat situasi pasar Blok D sedang ramai pengunjung. Dua orang anak warga setempat atas nama Otaviani (9) dan Rani (9) sedang asyik bermain di sekitar pasar dengan pecahan Rp 100 ribu dua lembar dan Rp 50 ribu dua lembar.

Kemudian datang seorang laki-laki yang mengajak kedua anak tersebut untuk pergi ke suatu tempat dengan diiming-imingi uang sebesar Rp 300 ribu.

"Karena masih tidak curga sama sekali, anak ini tergiur dan mengikuti orang tersebut, ke dalam mobil jenis Pix Up Carry warna hitam," jelas Kapolsek.

Tak lama setelah itu, lanjut Kapolsek, mobil pelaku belum sempat jalan pelaku mendapat telpon, dan berbicara ada dua orang korban lagi kepada lawan bicaranya.

"Mendengar kata-kata itu, anak-anak tadi langsung kabur dari dalam mobil, dan melapor ke orang tuanya," beber Lumbrian.

Baca: Ratusan Warga Merangin Doakan Korban Gempa dan Tsunami

Baca: 3.541 Data Anomali Ditemukan di Sarolangun

Mendapat laporan tersebut, orang tua anak-anak tersebut lalu mendatangi TKP dan mobil yang digunakan pelaku sudah tidak ada ditempat.

"Pas mereka ke TKP mobil yang digunakan pelaku sudah tidak ada lagi, lalu orang tua tersebut datang ke Polsek membuat pengaduan," ujarnya.

"Dan untuk langkah yang kita lakukan, Polsek Geragai sekarang lebih meningkatkan imbauan Kamtibmas kepada warga agar menasehati anak-anaknya agar jangan mau diajak atau disuruh oleh orang yg tidak dikenal," pungkas Lumbrian.

Baca: Diduga Gunakan Dana Desa untuk Kebutuhan Hidup, Kades di Tebo Mendekam di Sel

Baca: Temuan Gizi Buruk di Merangin, Dinkes akan Penuhi Gizi Ratih Selama 90 Hari

Baca: Ujian CAT CPNS,  Pemkab Tanjabtim Tetap Meminta Pelaksanaan di Jambi

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help