Budiman Sudjatmiko Vs Fahri Hamzah di ILC, dari Analogi Maling sampai Sebut Siap Dipenjara

Usai sang maling tertangkap, kelompok perampok yang berkaitan pun nyatanya malah berebut hasil rampasan serta membaginya secara tak adil.

Budiman Sudjatmiko Vs Fahri Hamzah di ILC, dari Analogi Maling sampai Sebut Siap Dipenjara
Fahri Hamzah dan Budiman Sudjatmiko (Kolase Tribunnews.com) 

"Ini sebuah peristiwa yang saya yakini bermotif politik. Pengakuan sepihak dari seseorang bahwa dia melakukannya sendiri itu tidak cukup kuat untuk mengatakan hanya dialah yang bertanggung jawab," ucapnya.

Selain itu, Budiman Sudjatmiko juga memberikan analogi tentang perbuatan maling dan kelompok perampok yang sedang melancarkan aksinya.

Namun saat sedang melakukan aksi kejahatannya itu, seorang maling nyatanya telah tertangkap.

Usai sang maling tertangkap, kelompok perampok yang berkaitan pun nyatanya malah berebut hasil rampasan serta membaginya secara tak adil.

Alhasil, kejadian itu pun membuat kelompok perampok itu jadi terpecah.

Analogi yang disampaikan Budiman Sudjatmiko itu pun seolah menggambarkan kasus yang tengah menyangkut Ratna Sarumpaet.

Meski tak secara gamblang menyebut nama soal siapa sosok maling dan kelompok perampok itu, Budiman Sudjatmiko tetap memfokuskan arah pembicaraannya itu pada Fahri Hamzah.

"Kita sudah tahu bahwa si maling itu tertangkap basah. Si perampok itu si kelompok perampok itu sudah mulai tidak kompak karena saling berebut. Karena pembagian hasil rampokannya tidak adil.

Kemudian setiap orang tahu bahwa ada indikasi rencana jahat dan hasil perampokan atau indikasi kejahatan itu tidak adil.

Kita tiba-tiba diminta untuk bersimpati pada perampok-perampok yang lain yang tidak mendapat pembagian yang adil dari rekan perampoknya yang lain," cerita Budiman.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help