Pedagang Keluhkan Tidak Ada Fasilitas Air Bersih di Taman Kuliner Koridor Jembatan Muarasabak

Para pedagang kaki lima di taman kuliner koridor Jembatan Muarasabak, Kelurahan Sabak Ulu, Kecamatan Sabak Timur, keluhkan

Pedagang Keluhkan Tidak Ada Fasilitas Air Bersih di Taman Kuliner Koridor Jembatan Muarasabak
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Para pedagang kaki lima di taman kuliner koridor Jembatan Muarasabak, Kelurahan Sabak Ulu, Kecamatan Sabak Timur, keluhkan tidak adanya fasilitas air bersih dan MCK pada kios-kios yang dibangun oleh pihak Disprindag Tanjabtimur.

Dari 10 unit kios yang ada kini semuanya telah ditempati oleh pedagang untuk berjualan makanan dan minuman. Namun dari 10 kios tersebut tidak satupun yang mimilki fasilitas air bersih maupun WC.

Baca: Desa Wajib Punya Arsip, Pemkab Merangin Adakan Bimtek AMD

Sudir, satu diantara pedagang di taman Kuliner tersebut mengatakan, untuk mendapatkan air bersih dan buang air mereka harus cari di tempat lain.

"Mohon fasilitasnya memadailah seperti air bersih dan MCK, karena itu sangat dibutuhkan," kata Sudir, kepada Tribunjambi.com, pada Selasa (9/10).

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memang kini belum memungut biaya retribusi kepada pedagang yang berjualan di kios tersebut. Namun menurut Sudir pihaknya bersedia untuk membayar asalkan fasilitas diperbaiki.

"Memang sekarang ini masih gratis. Nengok keadaan jugalah kalau dibenahi, pengunjung juga ramai kami sangguplah membayarnya," ujarnya. Selain fasilitas, minimnya pengunjung juga menjadi keluhan para pedagang. Dalam sehari pedagang terkadang hanya memperoleh untung sebanyak Rp 10 ribu bahkan tidak ada sama sekali.

"Masalah retribusi itu kalau bisa jangan tinggi nian soalnya di sini masih sepi karena cuma mengharapkan orang mampir, kalau mengharap orang sini tidak ada nian," sebutnya.

Baca: BKD Kab. Muarojambi Perpanjang Dua Hari Penerimaan Berkas Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Berkas Dokumen CPNS Wajib Diantar Langsung ke BKD Kab. Muarojambi

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabtim, Hero Suratman saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menyampaikan kedepan pihaknya akan menyiapkan MCK dan air bersih pada kios-kios kuliner di koridor jembatan tersebut.

"Insyallah tahun depan akan kita tambah fasilitasnya, sekaligus direhab," kata Hero.

Saat ditanya mengenai retribusi, Hero membenarkan jika pihaknya belum memungut biaya retribusi kepada pedagang yang berjualan di kios tersebut.

"Sekarang belum dipungut, Kalau nanti sudah direhab, sesuai dengan Perda kita itu ada biaya retribusinya sebesar Rp 5.000 perhari untuk menambah PAD Pemkab, sekarang belum ada kita siapkan dulu fasilitasnya," pungkas Hero.

Baca: DLH Sarolangun dan Provinsi Ikut Digugat Warga

Baca: Kalah Ditingkat Banding, Pemkab Tanjabtim Kembali Ajukan Kasasi Terkait Pemberian Izin PT MJSL

Baca: 28 Desa di Tanjabtim Bakal Melaksanakan Pilkades Tahun Depan dengan Sistem e-Voting

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved