Sedih dan Mudah Marah Setelah Melahirkan, Kemungkinan Sindrom Baby Blues

Memiliki seorang anak merupakan suatu hal yang membahagiakan. Namun ternyata tidak semua ibu merasakannya saat awal kelahiran.

Sedih dan Mudah Marah Setelah Melahirkan, Kemungkinan Sindrom Baby Blues
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memiliki seorang anak merupakan suatu hal yang membahagiakan. Namun ternyata tidak semua ibu merasakannya saat awal kelahiran.

Justru seorang ibu yang baru saja melahirkan merasakan sedih, mudah marah, tertekan, serta perubahan emosi lainnya. Jika seorang ibu merasakan hal itu kemungkinan ia mengalami sindrom baby blues.

Dijelaskan Natalia dari Biro Prikologi Talenta Jambi, bahwa baby blues merupakan kondisi perubahan emosi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan bayi karena melahirkan adalah proses yang panjang dan rentan terhadap stres.

“Kata kuncinya ada di perubahan. Perubahan yang sifatnya hormonal bahkan hinga ke bentuk badan. Perubahan hormon inilah yang paling berdampak besar pengaruhnya. 50 persen dari ibu hamil dan melahirkan mengalami hal itu,” ungkapnya.

Kondisi ini bisa terjadi bahkan dikehamilan kedua dan keberapapun. Karena sifatnya hormon bisa terjadi perubahan emosi yang drastis.

Lama dari seorang ibu mengalami baby blues adalah sekitar 14 hari dan yang paling parah terjadi saat hari ketiga atau keempat setelah melahirkan. Selama 14 hari ini bukan berarti secara terus menerus mengalami perubahan emosi secara drastis namun bisa terjadi secara acak. 

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved