HUT TNI ke 73

Dipaksa Nikah Oleh Soekarno, Intelijen Andalan RI ini Harus Membawa Bekal Istri Saat Bertugas

Oleh karena itu ketika sedang mendapat tugas khusus, Benny tidak pernah pamit kepada Hartini dan langsung ‘menghilang’ begitu saja.

Dipaksa Nikah Oleh Soekarno, Intelijen Andalan RI ini Harus Membawa Bekal Istri Saat Bertugas
Kolase Tribun Jabar
Benny Moerdani 

TRIBUNJAMBI.COM - Jenderal Leonardus Benyamin Benny Moerdani (1932-2004) semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh intelijen RI yang sangat mumpuni, pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan/Panglima TNI/ABRI, dan dikenal sebagai pasukan tempur yang kenyang penugasan di berbagai medan laga.

Kendati merupakan tentara yang gila bekerja dan penugasan, pada ‘usia normal’ yakni saat masih berpangkat Letnan Dua (Letda), pangkat yang umumnya diperoleh anggota TNI setelah lulus pendidikan Akademi Militer (Taruna), Benny memiliki pacar bernama Hartini yang saat itu merupakan pramugari Garuda Indonesia.

Karena Benny kemudian bergabung dengan pasukan komando (RPKAD) dan sekaligus merupakan personel intelijen yang handal, Benny kerap melaksanakan misi rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun termasuk pacarnya sendiri.

Oleh karena itu ketika sedang mendapat tugas khusus, Benny tidak pernah pamit kepada Hartini dan langsung ‘menghilang’ begitu saja.

Meski menjalani pola berpacaran yang tidak normal, hubungan Benny dan Hartini tetap baik-baik saja hingga usia pacaran mereka nyaris lewat 8 tahun.

Baca: Nekat & Beresiko Tinggi, Misi Penerjunan Udara di Operasi Trikora di Sebut Paling Berani di Dunia

Baca: Tak Mau Ambil Pusing, Pasukan TNI Lebih Nyaman Berbahasa Jawa Untuk Mudahkan Istilah Teknis Senapan

Presiden Soekarno (Bung Karno) yang juga memiliki hubungan baik dan perhatian khusus kepada Benny justru merasa tidak enak dengan pola pacaran Benny-Hartini yang sudah terlalu lama itu.

Bung Karno pun akhirnya memaksa Benny untuk segera menikah dengan pertimbangan pacaran Benny-Hartini sudah terlalu lama dan karier Benny di militer yang makin cemerlang akan makin ideal jika memiliki seorang istri.

Benny dan Hartini lalu menikah di Jakarta pada 12 Desember 1964 dan resepsi pernikahannya dirayakan oleh Bung Karno di Istana Bogor.

Ketika sudah menikah Benny yang makin disibukkan oleh misi rahasia sebagai pasukan komando dan personel intelijen seperti dalam Operasi Trikora dan Operasi Dwikora, makin jarang di rumah dan lebih banyak bekerja di luar kantor.

Ketika sedang di rumah dan kemudian mendapat tugas khusus, Benny juga tidak pernah pamit kepada Hartini akan pergi kemana dan hanya mengatakan ‘akan keluar kota’.

Baca: Upaya Hukum Erwan Malik dan Saipudin Berlanjut, Putusan di Kasus Ketok Palu RAPBD

Baca: Tutorial Daftar Akun sscn.go.bkn.go.id, Cetak Kartu dan Foto CPNS 2018, Urutan Lengkap

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved