Pasca-Gempa, Kemendikbud Identifikasi Sekolah Rusak di Palu dan Donggala

Kemendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terhenti apapun kondisinya.

Editor: Teguh Suprayitno
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Foto udara kerusakan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasca-gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi sekolah rusak.

"Hari ini kami lakukan identifikasi berdasarkan dua daerah terdampak gempa di sana, kemudian akan segera kita lakukan langkah untuk mempercepat proses pemulihan kegiatan belajar mengajar," kata Muhadjir ditemui seusai Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, Senin (1/10/2018), seperti dikutip Antara via Kompas.com.

Ia mengatakan, pemerintah memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terhenti apapun kondisinya.

Untuk siswa, Kemendikbud akan memberikan penyembuhan trauma gempa kepada mereka dengan melibatkan berbagai unit pelaksana teknis.

"Kita akan libatkan dari berbagai unit pelaksana teknis, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi," kata dia.

Dia mengatakan, kondisi di Palu dan Donggala agak berbeda dengan kasus di NTB.

"Kalau NTB itu infra pendidikan terutama unit pelaksana teknis (UPT) utuh. Sekarang ini UPT kita juga terdampak. Sekolah belum diidentifikasi, guru juga masih dicari," kata dia.

Oleh sebab itu, pendataan sekolah rusak dan tenaga pendidik yang terdampak gempa sulit dilakukan, Kemendikbud akan mengambil alih dari pusat atau UPT terdekat, yaitu dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Dia mengatakan, seorang staf UPT Kemendikbud di Palu juga menjadi korban meninggal dunia akibat gempa.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved