4 Motif Batik Jawa yang Unik, Ada yang Terkait 'Saling Ejek' Dua Keraton di Jawa

Ada banyak motif batik di Jawa, namun ada empat motif tua yang diyakini mistis, terkait Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

4 Motif Batik Jawa yang Unik, Ada yang Terkait 'Saling Ejek' Dua Keraton di Jawa
Penjaga di Keraton Surakarta.(kompas.com/M Wismabrata) 

TRIBUNJAMBI.COM - Batik merupakan kekayaan budaya Nusantara. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, untuk memperingati penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

Ada banyak motif batik di Jawa, namun ada empat motif tua yang diyakini memiliki mistis.

Tribunjambi.com merangkum dari berbagai sumber, sebagian masyarakat Jawa masih ada yang meyakini mistis terkait motif batik. Itu terkait cerita yang telah ada ratusan tahun yang lalu, di antaranya sejak zaman Kerajaan Mataram.

Baca: Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Sejarah Kain dan Titik di Indonesia

Baca: Motif Batik Jambi yang Terkenal Lengkap dengan Harganya, Selamat Hari Batik Nasional

Baca: Ada 98 Jenis Tengkuluk di Jambi

Pertama, motif Batik Sidoluhur

Batik Sidoluhur diyakini memiliki mistik tersendiri. Pemakai batik dengan harapan pemakainya dan keturunannya memiliki hati dan pikiran luhur sehingga hidupnya bermanfaat bagi masyarakat.

Batik Sidoluhur. (multiglobalinfo)
Motif batik Sidoluhur. (multiglobalinfo) ()

Diceritakan bahwa motif Sidoluhur diciptakan Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati yang merupakan pendiri Mataram Jawa.

Dalam mitosnya, Nyi Ageng selalu megeng alias menahan napas dalam mencanting. Itu dilakukan sampai habisnya malam (lilin yang digunakan untuk membatik berbahan baku dari sarang lebah) dalam canting tersebut.
Hal itu dimaksudkan agar konsentrasi terjaga dan seluruh doa dan harapan dapat tercurah secara penuh ke kain batik tersebut.

Sampai saat ini, secara umum proses penciptaan batik masih sama seperti zaman dulu. Tugas membuat motif/patron disebut nyorek dalam bahasa Jawa dikerjakan laki-laki. Sedangkan wanita yang mencanting.

 
Kedua, motif batik Parang

Motif ini dibuat Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram Islam yang bertahta pada 1530-1543. Multiglobalinfo.blogspot.com menuliskan Panembahan mendapat inspirasi semasa melakukan teteki atau menyepi dan bersemadi sebelum menjadi raja. Itu dilakukan di gua pinggir Laut Selatan, sekarang dikenal sebagai pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

Mofit batik Parang. (multiglobalinfo)
Mofit batik Parang. (multiglobalinfo) ()
Halaman
123
Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved