Pemberian Vaksin Rubella di Tanjabtim Baru Capai 56 Persen

Pemberian vaksin rubella di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga akhir September ini baru mencapai target sekitar 56 persen

Pemberian Vaksin Rubella di Tanjabtim Baru Capai 56 Persen
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Pemberian vaksin rubella di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga akhir September ini baru mencapai target sekitar 56 persen.

Dibanding kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jambi, persentase pemberian vaksin rubella di Kabupaten Tanjabtim masih berada di urutan sembilan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim Ernawati, masih rendahnya persentase pemberian vaksin rubella dikarenakan Pemkab Tanjabtim sendiri baru memulai pemberian vaksin pada September. Sementara di kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi, sudah memulai pemberian vaksin sejak Agustus lalu.

“Pemberian vaksin di Tanjabtim baru dimulai September ini, sementara kabupaten lain telah dimulai sejak Agustus. Makanya persentase capaian kita lebih kecil dibanding kabupaten lain,” jelas Ernawati.

Terlebih terang Ernawati, tidak seluruh masyarakat Kabupaten Tanjabtim menerima begitu saja program vaksin rubella ini. sehingga Pemkab Tanjabtim melalui sejumlah tenaga kesehatan yang ada dilapangan, harus melakukan berbagai upaya dan pendekatan persuasif agar pemberian vaksin rubella diterima oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, yang tadinya mereka menolak, akhirnya sebagian dari mereka mau anaknya diberi vaksin rubella,” ujar Erna, kepada Tribunjambi.com, pada minggu (30/9).

Meski persentase pemberian vaksin rubella di Kabupaten Tanjabtim masih rendah, namun Dinas Kesehatan tetap optimis pihaknya dapat mencapai target hingga 90 persen.

Terlebih pemerintah pusat sendiri telah memperpanjang, masa pemberian vaksin rubella hingga akhir Oktober mendatang. “Tetap optimis dapat mencapai target hingga 90 persen, apalagi pemberian vaksin diperpanjang hingga akhir Oktober nanti,” katanya.

Sementara Junaidi, salah seorang wali murid di salah satu SD yang ada di Kecamatan Muarasabak Barat. Mengaku tetap menolak anaknya diberi vaksin rubella, karena selain banyaknya informasi negatif seputar vaksin rubella.

Dirinya pun mengetahui bahwa MUI hanya memberikan fatwa pemberian vaksin rubella tersebut hukumnya mubah.

“Setahu yang namanya mubah itu sifatnya darurat, dimana jika tidak dilakukan maka dapat mengancam keselamatan atau nyawa seseorang. Dalam hal ini anak saya kan tidak terancam keselamatannya, jadi untuk apa diberikan vaksin rubella,” Terang Junaidi.

“Belum lagi banyak pemberitaan negatif soal anak yang telah diberi vaksin rubella, saya dengar ada satu anak di Sarolangun yang terkena semacam penyakit kulit gara-gara diberi vaksin rubella,” tandasnya.

Tags
Vaksin MR
Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved