Jalan Oprit Jembatan Muarasabak Tetap Saja Babak Belur

Jalan Oprit jembatan Muasarabak (JMS) Kembali rusak. Padahal belum lama ini pihak pemerintah telah melakukan penanganan

Jalan Oprit Jembatan Muarasabak Tetap Saja Babak Belur
tribunjambi/zulkifli
Jalan Oprit jembatan Muasarabak (JMS) Kembali rusak. Padahal belum lama ini pihak pemerintah telah melakukan penanganan, namun belum juga optimal. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Jalan Oprit jembatan Muasarabak (JMS) Kembali rusak. Padahal belum lama ini pihak pemerintah telah melakukan penanganan, namun belum juga optimal.

Bahkan, saat ini kondisinya sudah ada ribuan lubang-lubang yang menghiasi sepanjang JMS tersebut. Baik di wilayah barat maupun di wilayah timur JMS.

Dari pantauan Tribunjambi.com, di dilapangan, kondisi jalan oprit JMS sudah tidak dapat dipilih oleh pengguna jalan. Jika cuaca dalam kondisi panas jalan berdebu sedangkan jika cuaca musim penghujan jalan becek dan licin.

Menanggapi hal ini Kadis PUPR melalui Kabid Bina Marga Risdiansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, memang soal penanganan JMS ini Pemkab tidak dapat berbuat banyak. Karena dalam hal ini jalan JMS telah berubah status kewenangan menjadi jalan milik Provinsi. Akan tetapi hingga saat ini penanganan masih menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Tanjabtim.

"Ada sekitar 3 KM oprit jalan JMS yang rusak, yakni 1 KM jalan sebelah barat dan 2 KM di bagian timur," kata Risdiansyah, belum lama ini.

Menurunnya terlepas status JMS tersebut adalah jalan Provinsi namun keberadaan jalan tersebut berada di Tanjabtim. Artinya pemkab Tanjabtim masih memiliki tanggung jawab besar.

"Jangan persoalkan jalan milik siapa, yang jelas jalan itu ada di wilayah Tanjabtim artinya jalan itu jalan Tanjabtim," jelasnya.

Dijelaskannya, kondisi JMS merupakan daerah rawan yang sangat rentan jalan mengalami kerusakan. Jika pun akan dilakukan perbaikan maka pembangunan JMS hanya akan optimal dengan rigid beton. Namun kembali pembangunan dengan rigit beton bukan lah hal yang mudah. Apalagi anggaran untuk pembangunan rigid beton tidak lah sedikit.

"Kalaupun dengan rigid beton pembangunannya secara bertahap," bebernya.

Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help