Oknum PNS Pemprov Jambi Diduga Aniaya Remaja, Fachrori: Kalau Jahil Kita Keluarkan

Video penganiayaan remaja viral di Jambi. Dalam video yang beredar luas di media sosial itu memperlihatkan seseorang memukul anak remaja.

Oknum PNS Pemprov Jambi Diduga Aniaya Remaja, Fachrori: Kalau Jahil Kita Keluarkan
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Fachrori Umar temui pendemo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Video penganiayaan remaja viral di Jambi. Dalam video yang beredar luas di media sosial itu  memperlihatkan seseorang memukul anak remaja.

Pelaku pemukulan tersebut diduga oknum PNS di lingkup Pemprov Jambi.  Keterangan dalam video tersebut, kejadian pada Senin (24/9) di kawasan Kota Baru, Jambi. Oknum diduga PNS berinisial EK tidak terima istrinya disenggol oleh remaja pengemudi motor.

Setelah menerima telepon dari istrinya, EK langsung mendatangi lokasi kejadian. Dalam video tampak beberapa kali ia melakukan tindakan kasar pada remaja walau telah dilerai oleh warga.

Kejadian penganiayaan tersebut akhirnya sampai ke telinga Plt Gubernur, Fachrori Umar, namun ia mengaku belum ada stafnya yang melapor kabar.

"Seharusnya saya tahu, tapi ini kelemahan mereka tidak melapor ke saya , padahal sekarang saya Plt," tegasnya.

Ia menyebut nantinya akan ada hukuman untuk oknum tersebut. "Kalau jahil dia, kita keluarkan. Ada hukumannya nanti diahli hukum," sebutnya.

Fachrori juga menyayangkan tindakan oknum berinisial EK yang diketahui berdinas di Inspektorat Provinsi Jambi.

"Makanya sekarang tidak boleh mukul, bahkan berbicara kotor juga akan diproses," katanya.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Provinsi Jambi, Johansyah menyebut EK sudah dipanggil oleh inspektur (kepala inspektorat). "Artinya secara hukum tindak lanjutnya di kepolisian," jelasnya.

Disinggung soal sanksi, Johan menjelaskan jika tidak bisa sembarangan menetapkan sanksi. "Seperti untuk pembinaan ada tahapannya, untuk eselon III seperti yang bersangkutan pembinaan ada di kepala (inspektur)," sampainya.

Selanjutnya untuk pembinaan, kata Johan akan mengacu pada Undang-Undang terkait pembinaan pegawai negeri sipil.

"Pertama lisan tertulis tiga kali, kemudian dicopot dari jabatannya, bahkan bisa dicopot selaku ASN," tutupnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved