BKSDA Jambi Ambil Sampel Air Lokasi Konflik Buaya, Diduga Tercemar

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi lakukan uji laboratorium air sungai lokasi konflik buaya dan manusia

BKSDA Jambi Ambil Sampel Air Lokasi Konflik Buaya, Diduga Tercemar
tribunjambi/jaka hendra baittri
Pengambilan sampel air. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi lakukan uji laboratorium air sungai lokasi konflik buaya dan manusia di Jujuhan, Sabtu tanggal 8 September lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi lakukan uji laboratorium air sungai lokasi konflik buaya dan manusia di Jujuhan, Sabtu tanggal 8 September lalu.

“Sample (contoh) air yang sudah diambil akan kami bawa ke laboratorium Universitas Jambi atau kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi,” kata Udin selaku Udin Ikhwanuddin selaku Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Jambi, pada Selasa (25/9).

Pengambilan sample ini bertujuan untuk penelitian terkait air sungai. Sample air sungai diambil 3 titik. Mulai bagian ulu sungai, lokasi korban di serang buaya, dan dibagian ilir sungai dengan menggunakan botol kaca.

“Untuk mengetahui apakah air sugai Aur Gading yang merupakan habitat buaya setempat sudah tercemar oleh limbah industri pabrik atau unsur kimia lain, seperti dari aktivitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) yang ada di lokasi tersebut,” katanya.

Sebelumnya pada Sabtu (8/9) lalu Muslim (45) yang merupakan warga Desa Aur Gading Kecamatan Jujuhan berencana mandi di sungai Aur Gading tersebut. Namun malang tak dapat ditolak seekor buaya menyambarnya.

Beruntung awalnya Muslim berhasil lepas dan sempat dilarikan ke puskesmas. Namun nyawa Muslim tak tertolong.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved