Festival Batanghari 2018

Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Ikut Berpartisipasi pada Festival Batanghari

Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) turut berpartisipasi di Festival Batanghari 2018. Dalam kesempatan ini WUBI menawarkan berbagai

Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Ikut Berpartisipasi pada Festival Batanghari
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) turut berpartisipasi di Festival Batanghari 2018. Dalam kesempatan ini WUBI menawarkan berbagai produk UMKM seperti rempeyek, stik ubi, rengginang. Selain itu juga itu juga ada seperti batik, makanan dan kerajinan tangan.

Selain makanan, berbagai olahan seperti sambal tempoyak kemasan botolan, dodol Rosella, Madu dan produk yang saat ini terkenal yaitu kopi Kerinci turut ditawarkan dalam Festival Batanghari 2018 ini. Untuk kopi kerinci pihaknya langsung mendatangkan dari Kerinci.

Baca: Dua Bandar Sabu Antarkabupaten Diringkus. Selain Sabu, Polisi Juga Sita Senpi Rakitan

"Untuk harga kita cukup terjangkau mulai dari Rp 5.000 untuk dodol Rosella hingga Rp 80.000 untuk kopi kerinci. Untuk keripik dan kerupuk mulai dari Rp 10.000," ujar Cristin selaku pelaku UKM Rumah Oleh Oleh Jam jay.

Lebih lanjut Ia menjelaskan ada sekitar delapan dari 15 orang yang mewakili UMKM yang merupakan binaan dari BI yang mengikuti Festival Batanghari. WUBI ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mulai dari pembukaan Festival Batanghari yaitu mulai dari tanggal 22-25 September 2018.

Selain itu, dikatakan Cristin bahwa tujuan dari partisipasi ini ingin memperkenalkan UMKM binaan BI.

"Kita ingin memperkenalkan bahwa di Jambi ada UKM binaan BI, kita terpilih dan ini juga katagori wisata. Sebenarnya mereka sudah berjalan tapi kami ingin mereka lebih besar lagi," terangnya.

Fadhil Nugroho, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi mengatakan bahwa dalam pembinaan terhadap UMKM ini, pihaknya melakukan pelatihan mulai dari merencanakan produk hingga marketingnya. Bahkan pihaknya juga mengundang konsultan pelatih Indonesia untuk membimbing mereka selama setahun.

Baca: Kasus Pembangunan Embung di Tebo: Jaksa Hadirkan Empat Saksi, Tiga Dikonfrontir

Baca: Pemkot Dinilai Tidak Serius Pindahkan Pedagang

"Ini dilakukan supaya mereka menjadi lebih besar dan termasuk sampai ke pemasaran secara online. Jadi nanti mereka bisa punya branding lah muncul dari Jambi. Produk memang buatan asli anak daerah," sebutnya.

Dikatakan Fadhil, mereka yang kita minta untuk membuat perencanaan sampai dengan akhir tahun nanti. UKM bisa menjual berapa dan dan omsetnya berapa, dan UKM dituntut untuk itu. Pada pelatihan juga mereka menyusun rencana sampai ke metode laporan keuangan dan di ujung kegiatan akan dilakukan evaluasi lagi.

Kegiatan mulai dari kelas pelatihan sampai UKM diajak studi banding. "Kemarin kita bawa ke Jogja untuk melihat di tempat lain itu seperti apa produksinya, penjualannya, dan sharing pengalaman juga," tuturnya.

"Kalo UKM mau gabung WUBI awalnya kita umumkan kepada pengusaha di sini. mereka mendaftar dan kita seleksi, jika mereka memenuhi syarat mereka bisa masuk. Syarat yang paling utama itu semangat untuk maju dan menjadi besar," sambungnya.

Baca: Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Tanggapan Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi

Baca: Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik, Pemerintah Kota Jambi Uji Kompetensi Camat dan Lurah

Baca: Jaksa Bacakan Tanggapan Eksepsi Kasus Dugaan Korupsi Perumahan PNS Sarolangun

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved