Pengasuh Pondok Pesantren di Tanjab Barat Masih Menolak Imunisasi MR

Dinas Kesehatan Tanjab Barat mengklaim sudah 74 persen atau sekitar 75 ribu anak di Tanjab Barat yang telah imunisasi MR.

Pengasuh Pondok Pesantren di Tanjab Barat Masih Menolak Imunisasi MR
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Meski masih ada kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping vaksin Measles Rubella (MR), Dinas Kesehatan Tanjab Barat mengklaim sudah 74 persen atau sekitar 75 ribu anak di Tanjab Barat yang telah imunisasi MR. Angka ini tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jambi.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjabbar, dr Johanes Sitorus, kepada wartawan, Jumat siang, pemberian vaksin MR kepada anak sekolah telah mencapai 60 persen, sedangkan balita mencapai 14 persen.

Pencapaian target untuk imunisasi anak sekolah di bawah usia 15 tahun telah memenuhi, sementara bagi balita dengan target 40 persen, baru tercapai 14 persen.

“Untuk data hari ini, pemberian vaksin rubella kepada balita tercapai 14 persen. Yang tadinya ada menolak, ada yang datang ke kita, langsung diimunisasi,” kata Johanes.

Sejauh ini, belum ada keluhan dari masyarakat pasca imunisasi MR yang dilakukan petugas di lapangan.

“Belum ada gejala efek samping dari laporan yang kita terima di lapangan,” tegasnya.

Ia mengakui, ada beberapa pesantren menolak pemberian vaksin ini untuk disuntikkan kepada pelajarnya, namun setelah didatangani dan diberikan penjelasan oleh petugas, mereka bersedia.

“Seperti di Betara, kita telah datangi dan berikan penjelasan, akhirnya mereka bersedia disuntikkan vaksin rubella,” ujarnya.

Apakah ada ditemukan penderita virus Rubella di Tanjabbar?

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help