Dilarang Isteri Bangun Rumah di Kampung, Suami Tega Aniaya Isterinya

Ia berniat untuk membangun rumah di kampung halamannya di daerah Jawa. Namun, sang istri tidak mengizinkannya.

Dilarang Isteri Bangun Rumah di Kampung, Suami Tega Aniaya Isterinya
net
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Unit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, meringkus IS (29), warga RT 013 RW 016, Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (15/9/2018). Ia ditangkap karena telah menganiaya istrinya NF.

Kepada polisi, IS mengaku, aksi kekerasan yang dilakukanya kepada isterinya sendiri dikarenakan kesal. Ia berniat untuk membangun rumah di kampung halamannya di daerah Jawa. Namun, sang istri tidak mengizinkannya.

Baca: Dua Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.go.id, Mau Lolos? Ini Tata Cara Unggah Persyaratannya

"NF tak mengizinkan IS membangun rumah di kampung halamannya di wilayah Jawa. Karena memang kondisi ekonomi di rumah tangganya juga sedang sulit. Tapi, penolakan itu justru membuat emosi IS tersulut ke NF," ungkap Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun, Minggu (16/9).

Akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan IS membuat isterinya jadi shock. Bukan cuma mendapat pukulan, tapi IS juga meludahi wajah isterinya.

Baca: Di Bungo, Ada Pengaduan KDRT Alternatif

"IS tidak hanya menampar dan meludahi wajah NF di rumahnya. Namun, NF diseret IS menuju kamar mandi yang kemudian dipukul, dan juga diguyur dengan air. Kemudian, di dalam kondisi basah dan babak belur, NF langsung ditinggal pergi oleh IS. NF ini saat itu langsung berteriak meminta tolong dan dibantu oleh keluarganya, serta warga setempat," jelas Marbun.

NF pun, langsung laporkan kejadian yang telah menimpanya ke Polsek Kebon Jeruk. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung ke lokasi kejadian dan berhasil menangkap IS, tak jauh dari kediamannya.

Baca: Ramalan Zodiak Lengkap Hari ini Minggu 16 September 2018, Pisces, Libra, Virgo Tengah Beruntung

"Selama ini, menurut NF suaminya (IS) juga sering bersikap tempramental. Suka kasar dan memang kerapkali lakukan kekerasan di dalam rumah. Maka, IS masih kami periksa dan akan kami menjerat Pasal 6 JO pasal 5 UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," tegas Kapolsek. (*)

Editor: budi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help